Disaksikan Presiden Trump; UAE, Bahrain dan Israel Berdamai . Dari kiri ke kanan, Menlu Bahrain Abdullatif Al Zayani, PM Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump dan Menlu UEA Abdullah bin Zayed al-Nahyan. (Foto:Getty Images)
Disaksikan Presiden Trump; UAE, Bahrain dan Israel Berdamai . Dari kiri ke kanan, Menlu Bahrain Abdullatif Al Zayani, PM Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump dan Menlu UEA Abdullah bin Zayed al-Nahyan. (Foto:Getty Images)

Disaksikan Presiden Trump; UAE, Bahrain dan Israel Berdamai

Ngopibareng.id Internasional 16 September 2020 09:58 WIB

Disaksikan Presiden AS Donald Trump,  Uni Emirat Arab (UAE) dan Bahrain kemarin menandatangani kesepakatan untuk menetapkan ikatan formal dengan Israel. Ini menjadi  negara-negara Arab pertama dalam seperempat abad mengakhiri tabu yang berlangsung lama, dalam sebuah persekutuan kembali yang strategis negara-negara Timur Tengah melawan Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi tuan rumah penandatanganan itu di Gedung Putih, menyelesaikan satu bulan yang dramatis saat untuk pertama kalinya UAE lalu Bahrain sepakat membalikkan beberapa dekade permusuhan tanpa penyelesaian atas pertikaian Israel dengan rakyat Palestina.

Di depan kerumunan ratusan orang di halaman Gedung Putih, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menandatangani kesepakatan dengan Menlu UAE Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan dan Menlu Bahrain Abdulatif Al Zayani.

Kesepakatan itu, yang dikecam rakyat Palestina, menjadikan mereka negara-negara Arab ketiga dan keempat mengambil langkah-langkah tersebut menuju hubungan yang normal sejak Israel menandatangani perjanjian damai dengan Mesir pada 1979 dan Yordania 1994.

Bertemu Netanyahu sebelumnya di Ruang Oval, Trump mengatakan, "Kita akan memiliki sedikitnya lima atau enam negara yang menyusul segera" untuk membangun kesepakatan mereka sendiri dengan Israel.

Kemudian Trump mengatakan kepada wartawan satu negara Teluk Arab ketiga, Arab Saudi, akan membuat kesepakatan dengan Israel "pada saat yang tepat". Kabinet Saudi menekankan dalam satu pernyataan kebutuhan untuk satu "solusi adil dan menyeluruh" bagi isu Palestina.

Saudi merupakan kekuatan terbesar di kawasan Teluk Arab. Rajanya merupakan penguasa tanah suci bagi umat Islam dan memerintah negara pengekspor minyak terbesar dunia. Meski ada keengganan, persetujuan diam-dian kerajaan itu terhadap kesepakatan dipandang krusial.

Upacara penandatanganan itu memberi Trump citra yang bernilai saat dia berusaha mempertahankan kekuasaan dalam pilpres 3 November. Bendera-bendera AS, UAE, dan Bahrain berkibaran.

"Kita di sini sore ini mengubah jalannya sejarah," kata Trump dari balkon Gedung Putih. (ant/rtr)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Oct 2020 18:45 WIB

Pemprov Gelar Jatim Fair 2020 Secara Virtual

Jawa Timur

Buka jaringan luas lewat sistem online

22 Oct 2020 18:32 WIB

Ruhul Jihad Harus Tetap Digelorakan, Pesan KH Said di Hari Santri

Khazanah

Amanat khusus bagi kaum santri di pasa pandemi Covid-19

22 Oct 2020 18:30 WIB

Ucapkan Terima Kasih, IDI Minta Kemenkes Hati-hati Pilih Vaksin

Nasional

Vaksin yang telah dipublikasikan hasilnya aman dipilih.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...