Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidiian dan Kebudayaan, Wikan Sakarinto. (Foto: Dok Kemendikbud)
Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidiian dan Kebudayaan, Wikan Sakarinto. (Foto: Dok Kemendikbud)

Lulusan DV-UMM Kerja di Jepang, Bukti Pendidikan Vokasi Penting

Ngopibareng.id Pendidikan 27 November 2020 02:57 WIB

Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidiian dan Kebudayaan, Wikan Sakarinto mengatakan, ikut bangga aras kesempatan Lulusan Direktorat Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (DV-UMM) bekerja di beberapa Rumah Sakit di Jepang. Ini menunjukkan pendidikan vokasi sekarang tidak boleh diremehkan.

Sebab kurikulum SMK dan Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi sudah disesuaikan dengan strategi karakter Link and Match. Termasuk pula kurikulum harus diandalkan untuk penyiapan SDM yang dibutuhkan oleh dunia kerja internasional.

"Softskills dan kemampuan komunikasi menjadi aspek penting di dalam kurikulum dan bagaimana cara mengajar yang tepat agar tercipta hardskills dan softskills yang sama-sama kuat. Sehingga lulusan vokasi bisa mendunia," kata Wikan melalui pesan singkat, Kamis 26 November 2020.

Direktur Direktorat Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (DV-UMM) Tulus Winarsunu
mengatakan kerja sama internasional yang dilakukan DV-UMM dengan beberapa Rumah Sakit di Jepang mulai membuahkan hasil. DV-UMM hingga saat telah memberangkatkan 26 lulusan prodi Keperawatan
Kerja di Jepang.

Tulus mengungkapkan, 26 lulusan prodi Keperawatan baik D3 maupun S1 di Jepang bekerja sebagai care giver di beberapa rumah sakit lansia dengan masa kontrak 3 tahun. Setelah masa kontraknya habis, mereka diharapkan sudah lulus ujian sertifikasi Kangoshi atau perawat lisensi Jepang.

Dengan memperoleh lisensi perawat Jepang, karir mereka menjadi lebih baik. Bukan saja soal gaji Kangoshi yang jauh lebih tinggi. Tapi juga karena pekerjaannya berbeda. Kangoshi menangani pasien umum, sementara care giver mendampingi lansia. Dan untuk menjadi Kangoshi syaratnya harus lulus D3 atau S1, sedangkan care giver cukup SMA atau SMK.

Kata Tulus, untuk mewujudkan visi ini DV-UMM di-support oleh perusahaan penerima (Acceptance Organizer, AO) yaitu Cooperative Fuku. Ini semacam holding company yang menghimpun puluhan rumah sakit yang ada di Jepang yang siap menerima lulusan UMM.

Juga ada Sending Organizer (SO) PT Duta Mandiri Indonesia yang tugasnya mengurus semua dokumen kerja ke Jepang, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bahasa Jepang dan International Test Center (ITC) yaitu sebuah lembaga yang menyelenggarakan ujian dan mengeluarkan sertifikat penguasaan Bahasa Jepang.

Pada tahun ini sudah dibentuk lembaga baru yaitu Outsourcing Training. Center hasil kerjasama UMM dan PT OS Selnajaya Indonesia. Lembaga baru ini fungsinya melatih dan menyalurkan angkatan kerja terdidik lulusan Perguruan Tinggi serta tenaga terampil lulusan SMK dan SMA. Skema pekerjaan yang menjadi prioritas pada tahun ini adalah care giver, karyawan hotel, dan restoran.

Diah Ayu Wulandari, salah satu peserta yang berangkat ke Jepang pada kloter ke empat menyatakan, DV-UMM telah mewujudkan mimpinya.

Bisa berangkat ke Jepang di tengah pandemi Covid-19 merupakan suatu karunia yang harus disyukuri. Pada awalnya, terlintas dalam benaknya bahwa tidak akan ada pemberangkatan pada tahun ini karena pandemi.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Jan 2021 18:05 WIB

Penerima Vaksin Pertama di India Malah Petugas Kebersihan

Internasional

Politisi dianggap bukan kelompok garda depan dalam menghadapi Corona.

16 Jan 2021 17:22 WIB

Pak Tjuk Sukiadi Telah Meninggalkan Kita Semua

Tokoh

Telah meninggal dunia hari ini Tjuk Kasturi Sukiadi.

16 Jan 2021 17:20 WIB

Mayat Pria Mengambang di Bawah Jembatan Suramadu

Surabaya

Belum diketahui identitasnya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...