Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi. (Foto:Wiki)
Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi. (Foto:Wiki)

Diperiksa KPK, Ini Penjelasan Dirut PT Petrokimia Gresik

Ngopibareng.id Korupsi 23 November 2019 15:16 WIB

Direktur Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi hari Kamis 23 November lalu dipanggil KPK. Ada apa, kepada wartawan di Gresik, hari Sabtu, Rahmad menyebutkan dirinya diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas pemeriksaan untuk tersangka Taufik Agustono (TAG), Direktur PT Humpus Transportasi Kimia (HTK).

Penetapan tersangka TAG oleh KPK adalah hasil pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) jasa angkutan amoniak yang menjerat mantan anggota DPR RI Bowo Sidik.

"Sebagai saksi saya telah berikan semua keterangan yang dibutuhkan penyidik," ucapnya.

Disinggung pertemuannya dengan Bowo Sidik di Penang Bistro pada 31 Oktober 2017, saat itu, kata dia, dirinya masih menjabat Direkrut Utama PT Semen Baturaja.

"Sebetulnya saat itu saya dijadwalkan bertemu dengan koleganya Direktur PT Danareksa Sekuritas Saidu Solihin, namun di sana juga ada Bowo Sidik. Tidak ada pembicaraan spesifik saat itu, apalagi bahas soal jasa angkutan amoniak," ungkap Rahmad, menegaskan.

Rahmad mengaku mendukung upaya KPK dalam mengungkap kasus jasa pelayaran angkutan amoniak yang melibatkan PT Pupuk Indonesia Logistik, anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT HTK.

Ada pun terkait pembelian amoniak yang volumenya coba diatur oleh Bowo, Rahmad menyatakan bahwa sebagai pembeli amoniak, Petrokimia Gresik tidak berwenang menentukan pihak atau jasa yang mengangkut amoniak.

Terlebih pada pertengahan tahun 2018 Petrokimia telah mengoperasikan pabrik Amoniak-Urea II. Pabrik baru ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi amoniak dari 445 ribu ton menjadi sekitar 1 juta ton per tahun. Sehingga, Petrokimia Gresik bisa memenuhi kebutuhan sendiri dan tidak lagi beli ke pihak lain.

"Sebagai warga negara yang baik, saya selalu memenuhi panggilan sebagai saksi, baik saat pemeriksaan oleh penyidik KPK maupun persidangan di Pengadilan Tipikor," ujarnya.

Sementara itu, Rahmad saat ini menjabat sebagai Dirut Petrokimia Gresik, anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), dan menjabat sejak November 2018, sebelumnya juga pernah menjadi Direktur SDM & Umum Petrokimia Gresik periode Januari 2016 sampai April 2017. (an/ar)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Dec 2020 23:30 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Kasus Edhy Prabowo ke Ngabalin

Korupsi

KPK menjelaskan posisi Ngabalin dalam kasus Edhy Prabowo.

28 Nov 2020 18:26 WIB

Luhut: Edhy Prabowo Orang Baik

Pemerintahan

Menteri KP ad interim Luhut menyebut Edhy Prabowo orang baik.

28 Nov 2020 18:05 WIB

Wali Kota Cimahi Ditahan KPK

Korupsi

Walikota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna ditahan KPK.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...