Jembatan darurat di Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo ini akan dibangun kembali. (foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)

Diperbaiki November, Jembatan Kedungasem Geser Pipa PDAM

27 Oct 2020 20:24

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Jembatan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo yang ambrol awal Mei 2020 silam, segera dibangun November 2020. Pembangunan jembatan di jalan nasional Situbondo-Probolinggo itu bakal menggeser pipa induk PDAM di sisi timur jembatan.

Berdasarkan catatan upaya membangun kembali jembatan tua yang dibangun pada 1978 silam itu tidak mulus. Pada Agustus 2020 lalu, sebanyak 14 peserta tender yang sudah mendaftar dinyatakan gugur semua karena dinilai tidak memenui syarat.

Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) akhirnya melakukan tender ulang. “Jika BP2JK sudah mengumumkan pemenang tender, maka Jembatan Kedungasem mulai dibangun kembali,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional Gempol-Pasuruan-Probolinggo, Rudi Napitupulu, Selasa, 27 Oktober 2020.

Informasinya, kata Rudi, tanda tangan kontrak akan dilaksanakan pertengahan November 2020, dan langsung dilakukan pengerjaan fisik jembatan. “Target pengerjaan delapan bulan,” katanya.

Disinggung besaran anggaran pembangunan Jembatan Kedungasem, Rudi menyebutkan angka Rp 11 miliar. Dana sebesar itu termasuk untuk pelebaran jembatan 14 meter yakni, 7 meter di kanan dan 7 meter di kiri jembatan.

Dikatakan pelebaran jembatan itu untuk menyesuaikan dengan prospek ke depan terkait pelebaran jalan mulai pintu Tol Leces.

Seperti diketahui, jembatan lama berusia 42 tahun sepanjang 18 meter itu ambruk, awal Mei lalu. Sebagai gantinya untuk sementara dibangun jembatan bailey yang hanya kuat dilalui kendaraan bertonase 5 ton dan muai diujicoba 12 Mei lalu.

Geser Pipa PDAM
Pembangunan sekaligus pelebaran Jembatan Kedungasem bakal menggeser pipa induk PDAM di sisi timur jembatan. “Soal pembangunan jembatan yang bakal menggeser pipa PDAM sudah dibicarakan Walikota dengan kementerian,” kata Rudi Napitupulu.

Rudi juga mengaku, akan membicarakan keberadaan pipa PDAM dengan rekanan yang kelak memenangi tender. Memang opsinya hanya dua, pipa PDAM digeser atau tetap di lokasi yang sama.

Sementara itu, Direktur PDAM Kota Probolinggo, Siswadi mengakui, hingga kini pipa PDAM di dekat Jembatan Kedungasem belum terdampak dengan kerusakan jembatan. “Tetapi jika jembatan diperlebar 14 meter, pipa PDAM di sisi timur jembatan itu sebaiknya digeser,” katanya.