Komisioner Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro. (foto: frd/ngopibareng.id)

Dinilai Membosankan, KPU Jatim Bakal Kemas Debat Publik Terakhir dengan Cara Berbeda

22 Jun 2018 18:33

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Debat Publik Pilgub Jatim Ketiga yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, bakal dikemas berbeda. Nantinya kedua Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, dalam sebuah sesi debat diminta untuk menjawab pertanyaan menggunakan Bahasa Jawa.

Hal itu, kata Komisioner Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro bertujuan agar Debat Publik bertema Tata Kelola Pemerintahan dan pelayanan Publik ini berbeda dari dua debat sebelumnya, dan juga wujud adanya nilai local wisdom, atau kearifan lokal, dalam gelaran debat pamungkas itu. 

"Di salah satu pertanyaan di segmen menjelang statemen penutup, para pasangan calon wajib berbahasa Jawa Timur-an ini sebagai wujud kearifan lokal, dan dibacakan oleh moderator Brigita Manohara yang asli Surabaya" ujar Gogot saat ditemui di Kantor KPU Jatim di Surabaya, Jumat, 22 Juni 2018.

Debat publik yang digelar esok, Sabtu, 23 Juni 2018, ini masih bertempat di lokasi yang sama dengan dua debat sebelumnya, yakni di Dyandra Convention Center, Surabaya, dan dimulai pada pukul 19.30 hingga 21.30 WIB. "Kedua Paslon harus sudah datang 60 menit sebekum acara mulai," kata dia.

Sementara, untuk 4 orang tim panelis, Gogot mengatakan mereka dipilih karena punya kompetensi tinggi dan berintegritas. Keempatnya adalah Dr. Biyanto, seorang pakar politik Islam dari UIN Sunan Ampel Surabaya; Dr. Dian Ferricha pakar hukum acara dan hukum kebijakan publik dari IAIN Tulungagung: Drs. Andi Fefta Wijaya pakar administrasi publik dari Universitas Brawijaya; dan Dr. Kris Nugroho, M.A pengamat partai politik dan pemilu dari Universitas Airlangga.

Pelaksanaan debat ketiga ini memang sengaja diselenggarakannya setelah lebaran dan mendekati hari pemilihan pada 27 Juni mendatang agar masyarakat Jawa Timur semakin lekat ingatannya terhadap debat pamungkas ini.

“Kita berharap debat publik ini bisa menjadi salah satu referensi bagi masyarakat jatim utamanya yang memang sampai hari ini belum memnentukan pilihan siapa Gubernurnya yang akan datang," pungkas Gogot. (frd)