Dinas Perikanan Targetkan Peningkatan Konsumsi Makan Ikan

13 Jun 2019 11:40 Ngopibareng Pasuruan

Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pasuruan bertekad meningkatkan target konsumsi makan ikan tahun ini mencapai 30 kg per kapita. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Slamet Nurhandoyo mengatakan, dalam dua tahun terakhir, tingkat konsumsi makan ikan di Kabupaten Pasuruan terus naik. Dari 22 kg menjadi 27,67 kg per kapita per tahun. Dari situlah, angka 30 kg per kapita per tahun menjadi angka yang bisa dicapai dalam hal konsumsi makan ikan.

“Kita akan terus berikhtiyar untuk mengajak masyarakat agar semakin gemar makan ikan. Menjadikan ikan sebagai lauk utama di rumah,” kata Slamet.

Guna mengejar target tersebut, Dinas Perikanan dan Kelautan menggiatkan berbagai program yang menyasar ke pelajar di sejumlah SD dan SMP di Kabupaten Pasuruan.
Ada 4 kegiatan sosialisasi gemar ikan yang dilaksanakan. Dua diantaranya sudah dilakukan di SDN Gejugjati, Lekok dan Kecamatan Prigen.

“Sasaran kita adalah anak sekolah, yakni anak-anak SD dan SMP. Karena dipandang perlu dilakukan pencerahan tentang keuntungan menkonsumsi makan ikan,” jelas Slamet.

Menurut Slamet, daging ikan segar mempunyai serat-serat protein yang lebih pendek daripada serat-serat protein daging sapi atau daging ayam. Sehingga penyerapan protein ikan lebih tinggi dibanding daging lain pada jaringan tubuh kita.

“Ikan mengandung mineral sebagai kekuatan tubuh dan protein yang bagus untuk kesehatan dan lemak. Selain itu juga untuk ketahanan tubuh. Ikan juga harganya terjangkau. Terutama ikan lele, dan potensi ikan lele di daerah Mina Politan di Kedungringin, Kedungboto dan Gunung Gangsir dan di kecamatan lain juga bagus perkembangannya,” terang Slamet.

Lebih lanjut Slamet menegaskan bahwa pihaknya tak henti-hentinya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya manfaat menkonsumsi ikan, termasuk di wilayah pegunungan.

Selain sosialisasi ke sekolah, berbagai macam cara lain juga dilakukan, seperti pameran, pasar keliling, bazaar, gelar produk perikanan, lomba masak serba ikan, pelatihan pengolahan hasil perikanan,  serta sosialisasi Forikan (Forum  Peningkatan Konsumsi Makan Ikan) di tingkatan PKK.

“Kita juga ajak ibu-ibu untuk menularkan pentingnya konsumsi makan ikan ke anak-anak. Karena ibu yang menjadi kepala dapur. Jadi kita sasar semua lini, mulai dari anak-anak sampai ibu-ibu,” imbuh Slamet. (emil)

Reporter/Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini