Risma saat melakukan peninjauan di kantor Kecamatan Tandes, Surabaya, Selasa 28 Februari 2018. (Foto: farid)
Risma saat melakukan peninjauan di kantor Kecamatan Tandes, Surabaya, Selasa 28 Februari 2018. (Foto: farid)

Diikuti KPK, Risma Marah-marah di Kantor Kecamatan

Ngopibareng.id Surabaya 28 February 2018 19:48 WIB

Setelah melakukan pengecekan pengerjaan di salah satu saluran Box Culvert, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini lantas menuju salah satu Kantor Kecamatan Tandes Surabaya, dengan didampingi Unit Kopsurgah (Koordinasi Supervisi dan Pencegahan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sesampainya, Risma langsung melakukan pengecekan terhadap kebersihan kantor. Secara spontan, ia mengunggah kesadaran para pegawai kecamatan agar lebih peduli lagi terhadap kebersihan kantornya, tentunya dengan gaya Risma, tegas dan marah-marah.

"Mas itu tong sampah tolong ditaruh sebelah sana, Mbak ini meja-meja dibersihkan semua, kamu ini cantik-cantik kok jorok" kata Wali Risma, kepada pegawai kecamatan, Selasa, 28 Februari 2018.

Walikota perempuan pertama Surabaya ini bahkan sampai membersihkan sendiri kantor kecamatan itu, dengan bermodalkan sapu hingga kemoceng, semua sudut diubek-ubeknya. Risma juga sempat memarahi Camat Tandes, Ahmad Daya Prasetyono. "Lihat itu kantormu, wes tak bersihkan!" ujar Risma.

Risma mengaku dirinya telah menyiapkan sanksi bagi Camat yang lalai menjaga kebersihan dan optimalnya sarana pelayanan di daerahnya.

"Bagaimana mau melayani masyarakat kalau rumahnya sendiri kotor," katanya.

Unit Kopsurgah KPK, M. Najib Faidoh mengapresiasi kinerja yang dilakukan oleh Risma. Menurutnya, kepemimpinan walikota ini membuat pihaknya tertarik untuk mengikuti keseharian Risma secara langsung, dengan melakukan pendampingan ke beberapa lokasi.

"Kami ingin melihat bagaimana keseharian dari kemempimpinan beliau (Wali Kota Risma), meskipun kami sudah mendengar dari berita dan teman-teman juga. Namun, kami ingin melihat secara langsung," tuturnya.

Najib menambahkan, Jawa Timur yang sudah beberapa kali menjadi target dari Operasi Tangkap Tangan (OTT), menjadi salah satu daerah khusus perhatian dari KPK. (frd)

Penulis : Farid Rahman

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

23 Jan 2021 21:55 WIB

Nekat Buka, Managemen Karaoke Pop City Dibawa Ke Polrestabes

Surabaya

Karaoke Pop City sempat ditutup Satpol PP, namun buka lagi.

23 Jan 2021 20:54 WIB

Tim Ahli ITS: Lampu GBT Lebih Tinggi dari Standar FIFA

Surabaya

Ketentuan FIFA untuk piala Dunia U-20 hanya 2.000 lux

23 Jan 2021 20:22 WIB

Aksi Kemanusiaan Bonek Mania Diobrak Satpol PP Surabaya

Surabaya

Bonek Mania sengaja tak komunikasi dengan Pemkot karena lama.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...