Petugas BMKG memantau kondisi kawasan Halmahera. (Foto: Dok/Antara)
Petugas BMKG memantau kondisi kawasan Halmahera. (Foto: Dok/Antara)

Diguncang Gempa 7,2 SR, Ini Kondisi Dasar Bumi Halmahera

Ngopibareng.id Warta Bumi 15 July 2019 08:43 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengemukakan kawasan Halmahera Selatan yang diguncang gempa bumi magnitudo 7,2 pada Minggu 14 Juli 2019 termasuk wilayah seismik aktif dan kompleks sehingga memang sering terjadi gempa.

"Aktif artinya kawasan Halmahera Selatan memang sering terjadi gempa yang tecermin dari peta seismisitas regional dengan klaster aktivitas gempanya cukup padat," kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.

Disebut kompleks, kata dia, karena terdapat empat zona seismogenik sumber gempa utama di kawasan tersebut, yaitu Halmahera Thrust, Sesar Sorong-Sula, Sesar Sorong-Maluku, dan Sesar Sorong-Bacan.

Ketiga sistem sesar yaitu Sesar Sorong-Sula, Sesar Sorong-Maluku, dan Sesar Sorong-Bacan merupakan percabangan atau "splay" dari Sesar Sorong yang melintas dari timur membelah bagian atas "kepala burung" di Papua Barat.

Di Pulau Batanta, ke arah barat Sesar Sorong mengalami percabangan. Pada percabangan yang paling utara yaitu Sesar Sorong-Bacan itulah yang selama ini menyimpan akumulasi medan tegangan kulit bumi yang akhirnya terpatahkan sebagai gempa berkekuatan magnitudo 7,2 pada Minggu (14/7) sore.

"Sesar Sorong-Bacan inilah pemicu gempa Halmahera Selatan," kata Daryono.

Dia mengatakan catatan sejarah gempa kuat dan merusak di Halmahera cukup banyak. Setidaknya di wilayah itu terjadi tujuh kali gempa kuat, yaitu gempa Pulau Raja pada 7 Oktober 1923 dengan magnitudo 7,4 dan intensitas VIII MMI.

Selain itu, gempa Bacan pada 16 April 1963 bermagnitudo 7,1 skala intensitas VIII MMI, gempa Pulau Damar pada 21 Januari 1985 magnitudo 6,9 intensitas VIII MMI, serta gempa Obi pada 8 Oktober 1994 magnitudo 6,8 intensitas VI-VII MMI.

Gempa Obi magnitudo 6,7 pada 13 Februari 1995 dengan intensitas VIII MMI, dan gempa Labuha 20 Februari 2007 magnitudo 6,7 intensitas VII MMI.

Gempa yang terbaru pada Minggu (14/7), pukul 16.10.51 WIB, berkekuatan magnitudo 7,2. Episenter terletak pada koordinat 0,56 LS dan 128,06 BT pada kedalaman 10 km.

Penulis : Antara

Editor : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Feb 2021 14:07 WIB

Gempa Halmahera Selatan, Bangunan Rusak Ringan

Warta Bumi

BPBD Halmahera Selatan merilis bangunan rusak akibat gempa.

03 Feb 2021 17:46 WIB

Pakar Geologi Sebut Dentuman Tak Ada Kaitan dengan Sesar Bumi

Jawa Timur

Harus diteliti lebih dalam munculnya dentuman di Jatim

06 Sep 2020 10:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,9 di Halmahera Akibat Subduksi Lempeng Maluku

Warta Bumi

BMKG menyebut gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...