Kegiatan foging di Kelurahan Burengan. (Foto: Istimewa)
Kegiatan foging di Kelurahan Burengan. (Foto: Istimewa)
Virus chikungunya

Pandemi Corona, Ratusan Warga Kota Kediri Terjangkit Chikungunya

Ngopibareng.id Jawa Timur 06 January 2021 20:00 WIB

Ratusan warga Kota Kediri keluhkan sakit gejala demam disertai linu di bagian persendian. Gejala sakit yang dikenal dengan Chikungunya ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Kediri menyebutkan mulai Januari - Desember 2020 ada sekitar 406 warga Kota Kediri terjangkit penyakit chikungunya.

"Nyamuknya sama jenis Aedes Aegypti cuman beda virus. Kalau demam berdarah virusnya Dengue, kalau ini virusnya Chikungunya. Munculnya juga sama pada saat musim hujan," kata Hendik Supriyanto, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kota Kediri, Rabu 06 Januari 2020.

Karena jenis nyamuknya sama dan keluar di saat musim penghujan, maka dilakukan penanganan yang sama yaitu segera melaksanakan giat foging dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Kalau orang yang sakit chikungunya jarang sampai menjalani opname. Paling banyak cuma obat rawat jalan. Gejalanya demam disertai linu-linu mirip dengan asam urat. 
Pengobatan cuma dikasih Paracetamol dan penghilang rasa nyeri, " ujar Hendik saat dihubungi melalui ponsel.

Hendik menambahkan, virus chikungunya ini sebenarnya tidak seganas virus dengue. Karena virus dengue bisa menyebabkan kematian. Sementara, virus Chikungunya ini penyebaran lebih masif.

Petugas dari Kecamatan Pesantren melakukan assesmen kepada warga yang terjangkit Chikungunya Foto IstimewaPetugas dari Kecamatan Pesantren melakukan assesmen kepada warga yang terjangkit Chikungunya. (Foto: Istimewa)

"Kalau virus lebih ganas, tapi chikungunya lebih banyak menyebar. Seminggu berangsur pulih, terkadang ada yang sembuh 2 - 3 minggu. Tiap orang tidak sama, tergantung daya tahan tubuh dan usia penderita," katanya.

Jika dilihat dari data laporan yang masuk, penyakit chikungunya trendnya lebih banyak dibanding demam berdarah. 

"Itu kan nanti warga biasanya lapor ke Pak RT ke kelurahan. Pak lurah lapor ke puskesmas. Nanti puskesmas segera melakukan penyelidikan ke lokasi. Ada berapa orang yang terjangkit, tingkat penyebaranya bagaimana, nanti yang melakukan puskesmas. Kemudian, puskesmas koordinasi dengan Dinkes untuk dilakukan tindakan foging," katanya.  

Jika dihitung dari jumlah penderita yang mencapai ratusan, dalam kurun waktu satu tahun, Hendik mengkategorikan kondisi tersebut masih dalam taraf kondisi sedang.

Sementara itu, Lurah Burengan, Adi Sutrisno mengatakan, kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren telah melakukan pendataan dan assemen kepada 7 warga terjangkit penyakit chikungunya.

"Kita sudah melakukan foging, sekaligus sudah mengimbau kepada warga agar tetap menjaga kebersihan lingkungan," katanya.

Penulis : Fendhy Plesmana

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Mar 2021 20:08 WIB

Ketua DPR RI Tinjau Layanan Smart Kampung di Banyuwangi

Pemerintahan

Puan Maharani mendorong transformasi teknologi di desa-desa.

01 Mar 2021 19:59 WIB

Tunggakan Gaji, NDRC PSSI Terima 17 Perkara Klub PSM Makassar

Liga Indonesia

NDRC masih akan verifikasi berkas yang masuk.

01 Mar 2021 19:44 WIB

Masjid Agung Sidoarjo, Masjid Pertama di Jatim Pakai Travelator

Jawa Timur

Masjid Agung Sidoarjo diharapkan jadi contoh bagi daerah lain.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...