kantor PDAM Surya Sembada Surabaya (istimewa)
kantor PDAM Surya Sembada Surabaya (istimewa)

Sopir Dirut Non Reaktif, PDAM Surabaya Adakan Rapid Test Massal

Ngopibareng.id Surabaya 06 June 2020 15:15 WIB

Viralnya informasi publik mengenai seorang sopir pribadi yang meninggal dan dua pejabat PDAM Surya Sembada Surabaya yang diduga terpapar virus covid-19, ditanggapi pihak PDAM.

Humas PDAM Surabaya Adi Nugroho mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih menunggu informasi dari Pemerintah Kota secara pasti.

Namun ia membenarkan kabar tentang seorang supir pribadi Dirut PDAM yang telah meninggal, setelah menjalani perawatan intensif di RSAL Surabaya.

"Kalo pak Edy memang benar sopirnya Pak Dirut, jadi beliau memang meninggal kalau nggak salah tanggal 27 atau 28, karena sedang pandemi jadi dilakukan rapid test di orang-orang sekeliling beliau dan hasilnya non reaktif," terangnya.

Lebih lanjut, sebelum menjalani rawat inap di rumah sakit dan meninggal, sopir pribadi Dirut PDAM telah seminggu lebih melakukan izin cuti karena sakit.

"Satu minggu atau satu minggu setengah itu, beliau sudah tidak melayani Pak Dirut, jadi memang Pak Edy izin cuti istirahat karena mengeluhkan beberapa sakit lambung dan banyak lainnya," jelasnya.

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan jika status Dirut PDAM Mujiaman dan Supervisor PDAM Djauhar Bustomi juga terpapar virus covid-19.

Adi mengatakan jika saat ini Dirut PDAM Mujiaman sedang menjalani masa cuti lebaran, terhitung sejak tanggal 26 Mei 2020, dan Senin akan kembali aktif ngantor.

"Pak Dirut cuti H plus lebaran, sesuai surat cuti yang disampaikan ke perusahaan memang Pak Dirut sedang ada di rumah (selama) satu minggu, jadi kemungkinan Senin sudah masuk," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, PDAM menggelar rapid test massal beberap hari lalu dan diikuti sekitar 300 karyawan PDAM. Menurut Adi, hasilnya non-reaktif. "Mulai dari dua hari kemarin kami lakukan rapid test. Hasilnya Alhamdulillah belum ditemukan yang reaktif. Jadi, pelanggan tidak perlu khawatir," kata Adi sebelumnya.

Meski melakukan rapid test secara mandiri tanpa bantuan dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Adi mengaku masih tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah dan Gugus Tugas Covid-19 Kota Surabaya mengenai kesehatan karyawan PDAM.

Penulis : Ni'am Kurniawan

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Oct 2020 22:10 WIB

Di Ethiopia, Tak Pakai Masker Bisa Dipenjara Dua Tahun

Internasional

Jumlah kasus tak bisa diketahui pasti lantaran terbatasnya sumber daya.

22 Oct 2020 21:40 WIB

3.000 Orang Antre Melihat Artefak Rasul di Museum Probolinggo

Nasional

Artefak itu dahulu disimpan di rumah Walikota Probolinggo.

22 Oct 2020 21:25 WIB

BDH-Saleh Merapat, Kompak Menangkan Er-Ji

Pilkada

Tak hanya BDH dan Saleh Mukadar, namun juga merapat kader lawas PDIP

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...