Instalasi Rawat Darurat RSUD Blambangan Banyuwangi (foto:istimewa)

Dokter RSUD Blambangan Dianiaya Oknum Anggota LSM GMBI

Jawa Timur 28 July 2020 20:47 WIB

Seorang dokter RSUD Blambangan, Banyuwangi, M. Kaharuddin Mirzani, 31 tahun, melaporkan dugaan pengeroyokan yang dialaminya ke polisi. Pengeroyokan warga Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi ini diduga dilakukan oknum anggota LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Dugaan pengeroyokan itu terjadi pada Senin, 27 Juli 2020, menjelang tengah malam. Peristiwa itu terjadi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Blambangan. Korban awalnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Banyuwangi. Namun kasus ini akhirnya dilimpahkan ke Polres Banyuwangi.

"Kasusnya dilimpahkan ke Polres. Masih pendalaman saksi-saksi," ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, Selasa, 28 Juli 2020.

Arman menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima, LSM GMBI datang ke IRD RSUD Blambangan untuk mengantar seorang pasien sekitar pukul 22.30 WIB. Pasien tersebut sudah diambil tindakan oleh dokter jaga. Rekomendasinya, bisa dilakukan rawat jalan. Namun, pihak GMBI meminta dilakukan rawat inap.

"Tindakan yang dilakukan dokter itu karena melihat kondisinya si pasien sudah membaik, tidak perlu rawat inap, bisa rawat jalan. Karena LSM ini minta dirawat inap terjadi cek cok mulut kemudian terjadi dugaan kekerasan seperti yang dilaporkan korban," katanya.

Dari pengakuan korban, ia mengaku dikeroyok oleh sejumlah orang. Namun belum diketahui jumlahnya. Diduga dilakukan lebih dari dua orang.

"Sudah divisum, korban mengalami luka memar dan lecet di bagian punggung. Ada empat saksi yang kita mintai keterangan. Masih bertahap masih kita periksa secara berkelanjutan," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua LSM GMBI Distrik Banyuwangi, Subandi, menyatakan, sebelum dibawa ke IGD, pasien yang didampingi LSM GMBI sudah lebih dulu ke klinik. Menurutnya, klinik sudah tidak mampu sehingga harus dibawa ke IGD.

"Kita bawa ke UGD, tapi tidak ditangani. Perlu digarisbawahi tidak ditangani. Si dokter menyampaikan bahwa pasien tidak apa-apa. Setelah itu pasien dikeluarkan dari UGD," ujarnya.

Dia mengakui saat itu sempat terjadi keributan. Karena dokter tidak mau memberikan surat pernyataan bahwa pasien kondisinya tidak apa-apa. Dia menyebut dokter itu sengaja memancing keributan.

Mengenai dugaan pengeroyokan yang telah laporkan ke polisi, Subandi memastikan LSM GMBI tidak akan takut. Bahkan dirinya mengaku siap mati dan siap dipenjara demi masyarakat.

"Kami siap, ketika saudara kami dipanggil polisi kami akan serentak mendatanginya. Kami GMBI taat dan akan tunduk pada hukum. Kami akan tunduk dan patuh terhadap aparatur penegak hukum," katanya.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 Sep 2020 22:00 WIB

Persentase Kesembuhan Jawa Timur Meningkat

Nasional

399 kabupaten/ kota mengalami kesembuhan antara 50 hingga 100 persen.

29 Sep 2020 21:45 WIB

Pandemi, 1.300 Siswa Banyuwangi dapat Bantuan dari SAS

Pendidikan

Bantuan berupa sejumlah penunjang belajar jarak jauh.

29 Sep 2020 21:30 WIB

Operasi Yustisi Jawa Timur, Satu Orang Dipenjara

Jawa Timur

19.385 masyarakat yang terjaring dalam operasi ini.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...