Dibintangi Anaknya, Ustadz Yusuf Mansur Bicara Boikot The Santri

20 Sep 2019 19:46 Film

Kehidupan para santri dirangkum dalam sebuah cerita film The Santri. Film yang diinisiasi Nahdlatul Ulama (NU) ini memang belum diluncurkan di bioskop.

Baru trailernya diunggah di YouTube. Tapi film karya sutradara asal Indonesia yang tinggal di Hollywood, Livi Zheng ini sudah panen hujatan.

Ustadz Maaher At Thuwalibi melontarkan kritikan tajam di media sosial. Bahkan, ia mengunggah foto Wirda Mansur, putri Ustadz Yusuf Mansur, yang menjadi salah satu pemain utama di film tersebut. Seakan murka, sang ustadz menyebut film The Santri sebagai The Gobl*k.

"Apa namanya kalau bukan gobl*k? Sebuah film mengandung adegan saling tatap lelaki dan perempuan bukan mahrom. Lalu mereka berduaan di dalam hutan, masuk gereja bawa tumpeng kasih pendeta dan lain-lain," demikian komentarnya di Instagram dan Facebook @ustadzmaaher.atthuwailibi.

Mengetahui hal tersebut, Ustadz Yusuf Mansur menanggapinya dengan santai. Ia kembali mengunggah kritikan Ustadz Maaher sambil meminta doa bagi dirinya dan sang putri. Ia bahkan tak balik menghujat orang yang telah mengkritik akting akting Wirda Mansur.

"Makasih Ustadz Maaher. Mohon doa antum dan semua para guru. Untuk saya dan Wirda khususnya. Segala doa dan kebaikan untuk antum dan keluarga besar semua. Salam dari kali," demikian balasan Ustadz Yusuf Mansur dikutip dari akun Instagram @yusufmansurnew.

Tak hanya meminta doa, Ustadz Yusuf Mansur juga memohon maaf. "Apa saja bakal jadi ilmu dan hikmah, yakin, dan tetap. Terhadap kesalahan, kami minta maaf, bimbingan, dan arahan," sambungnya.

Sementara itu, Wirda Mansur mengaku siap menerima kritikan dan masukan yang ditujukan kepada dirinya. Sebagai publik figur, ia terbuka menghadapi kritikan dan berkarya menghasilkan prestasi.

"Ada kekurangan dan masukan, ya diterima. Nanti tinggal berbenah. Jangan lupa berterima kasih kepada mereka yang mengingatkan, dan selalu bersyukur," ujar Wirda Mansur.

Film The Santri juga mendapat teguran keras dari organisasi keagamaan Front Santri Indonesia (FSI).

Ketua umum FSI, Hanif Alatas yang merupakan menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, menilai apa yang diperlihatkan dalam trailer film The Santri bertolak belakang dengan akhlak santri maupun tradisi pesantren.