Diego Simoene yang kini sukses melatih Atletico Madrid

Dibantai Kroasia, Para Legenda Argentina Murka

22 Jun 2018 16:55

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Kekalahan Argentina dari Kroasia, 0-3 masih belum bisa diterima rakyatnya. Bahkan, para legenda Timnas mulai angkat bicara. Suara mereka cenderung sama, Pelatih Argentina Jorge Sampaoli adalah biang keladinya..!!

Pelatih muda Argentina yang melambung namanya bersama Atletico Madrid mengecam startegi Jorge Sampaoli yang ngawur di dua laga melawan Islandia dan Kroasia. Saat melawan Islandia, tim yang lebih lemah dari Kroasia, Sampaoli menggunakan empat pemain belakang. Hasilnya imbang 1-1.

Sementara di laga melawan Kroasia, Sampaoli beralih memakai tiga pemain belakang, padahal menghadapi tim yang lebih kuat dari Islandia. Startegi terbalik ini sulit dipahami Simoene.

“Dia memilih tim dan taktik yang salah juga. Dia seharusnya mulai melawan Islandia, tim lemah, dalam cara dia bermain melawan Kroasia, karena mereka adalah tim yang jauh lebih lemah. Dan sebaliknya - cara dia bermain melawan Islandia adalah bagaimana dia seharusnya bermain melawan Kroasia.

 

Bahkan, Simoene yang dikenal sebagai gelandang bertahan saat masih bermain di Timnas, Sampaoli lebih menyebalkan daripada pemain Argentina, “Ketika para pelatih gagal, itu lebih buruk daripada ketika para pemain menyebalkannya. Jadi itu harus sampai ke pelatih. Itu ada padanya. "

Terkait penampilan Messi, menutur Simoene jika pemain bernomor punggung 10 itu harusnya lebih bagus daripada Ronaldo. “Messi sangat bagus tapi itu karena dia ditemani oleh pemain-pemain hebat. Tetapi jika Anda harus memilih antara Messi dan Ronaldo untuk tim yang normal, siapa yang akan Anda pilih?" ujarnya bertanya,

Sedangkan untuk blunder kiper Willy Caballero yang memberi hadiah pembuka Ante Rebic untuk keunggulan Kroasia adalah kecelakaan yang menunggu waktu. “Kiper telah melakukan hal yang sama sebelumnya, melawan Spanyol dan Italia dalam pertandingan persahabatan, " ujarnya.

Terakhir, Simoene secara keseluruhan meyebutkan jika penampilan Timnas Argentina adalah bentuk kejahatan kepada 44 juta rakyat Argetina, "Itu adalah kejahatan. Tidak ada kepemimpinan, baik dari pelatih, yang harus memimpin, atau para pemain, yang harus dipimpin. Tim itu hilang, itu salah," ucapnya.

Menghadapi satu partai terakhir melawan Nigeria, Simoene meminta ada pemain yang berani bertarung di ruang ganti untuk menentukan yang terbaik, meski peluang lolos ke 16 dianggapnya mustahil.

 

"Harus ada yang bertarung di ruang ganti. Semua pemain berpeganggan pada satu bola untuk mengalahkan Nigeria. Sambil berharap pertandingan Islandia, meski saya rasa itu mustahil, " ujarnya.

Sebelumnya, mantan pemain belakang Timnas Argentina Zaballeta juga mengkritik penampilan Messi dkk yang dianggap paling buruk sepanjang sejarah. Termasuk strategi aneh Sampaoli yang tidak menduetkan Higuain dan Aguero di saat butuh gol, "Kenapa mereka tidak bermain bersama, " kritiknya. (tom)