TKN Apresiasi Prabowo - Sandi Larang Pendukungnya ke MK

14 Jun 2019 05:42 Nasional

Prabowo Subianto meminta pendukung tak hadir ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan sekitarnya saat sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 digelar. Sejalan dengan itu, Prabowo juga meminta pendukung percaya kredibilitas hakim MK.

Imbauan dan sikap Prabowo dihormati dan diapresiasi banyak pihak. Apresiasi pertama disampaikan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin.

"Itu harus dihormati Pak Prabowo memberikan statement itu. Artinya, Pak Prabowo tidak menginginkan adanya kekacauan, kegaduhan yang muncul di publik atau konflik horizontal di masyarakat," kata Direktur bidang Hukum dan Advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan kepada wartawan, Kamis 13 Juni 2019.

Dia menilai Prabowo tidak ingin adanya kekacauan dan kegaduhan di Indonesia. Oleh karena itu, sambung Ade, para pendukung mesti mematuhi imbauan capres nomor urut 02 itu.

"Memang saya percaya Pak Prabowo sebagai orang negarawan, baik sebagai orang yang pasti memikirkan bangsa ini kehidupan bermasyarakat harus menghormati. Saya juga percaya Pak Prabowo sebagai orang yang patriot selalu akan memikirkan supaya kita hidup aman dan tenteram, saya percaya itu. Saya menghormati dan mengapresiasi apa yang disampaikan Pak Prabowo itu kepada pendukungnya," jelas dia.

Pujian juga disampaikan Ketua Harian TKN Jokowi - Ma'ruf Amin, Moeldoko. Ia mendukung sikap Prabowo yang menurutnya sangat bijaksana. Dia berharap para pendukung menuruti imbauan Ketum Partai Gerindra itu.

"Saya pikir itu imbauan yang bagus. Jangan ambigu. Jadi Pak Prabowo sudah mengatakan 'kita mengambil jalan konstitusi', sudah jelas mengatakan begitu kenapa masih ada peristiwa di jalanan. Nah, itu berarti kan ambigu. Jangan. Itu sudah keputusan Pak Prabowo yang sangat bijaksana itu, tidak ada lagi yang turun ke jalan," ujar Moeldoko di gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

"Jadi jangan lagi yang di kanan-kirinya mengembangkan pemikiran yang ambigu, jangan satu sisi ke MK, satu sisi masih saja di jalanan. Nah, itu nggak benar," imbuh dia.

Apresiasi juga disampaikan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Ia berharap seluruh pendukung atau simpatisan Prabowo mematuhinya. Dengan begitu, menurutnya, suhu politik tidak akan memanas. Selain itu, ia juga meminta seluruh masyarakat menjaga kerukunan. 

 

"Pernyataan Pak Prabowo kemarin kita betul-betul sangat mengapresiasi, saya menaruh hormat betul atas pernyataan beliau untuk mengajak para pendukungnya, para simpatisannya untuk melakukan langkah yang positif ya, menghormati hukum, menjaga perdamaian, kerukunan," ujar Wiranto di gedung Kemenko Polhukam, Jl Merdeka Barat, Jakarta Selatan.

 

"Bahkan beliau kata-katanya memohon ke para pendukungnya untuk tidak berbondong-bondong ke Mahkamah Konstitusi, beliau minta supaya proses hukum berjalan dengan baik tanpa diganggu dengan gerakan massa. Ini saya kira sesuatu yang sangat bagus sekali," ujar Wiranto.

 

Sebelumnya, Prabowo memohon agar para pendukungnya selama proses tersebut mereka tidak hadir di gedung MK dan sekitarnya. Kemudian Prabowo menyatakan bersama Sandiaga telah menyerahkan penyelesaian sengketa Pilpres 2019 lewat jalur yang konstitusional, yakni melalui MK. Dia mengimbau para pendukungnya agar menghindari kekerasan.

 

"Dari awal saya dan Saudara Sandiaga Uno terus berpandangan dan bertekad untuk melakukan aksi-aksi damai menghindari semua kekerasan. Kalaupun ada kegiatan dan acara pernyataan pendapat di hadapan umum, tetap harus dilaksanakan dengan damai dan antikekerasan," kata Prabowo.

 

Selain itu, Prabowo meminta para pendukungnya mempercayai proses sidang gugatan hasil pilpres di MK. Prabowo meminta pendukungnya mempercayai kredibilitas hakim MK.

 

"Dan kita percaya lah kepada hakim-hakim tersebut apa pun keputusannya kita sikapi dengan dewasa, dengan tenang, dengan berpikir selalu kepentingan bangsa dan negara, selalu keutuhan negara dan bangsa. Itu sikap kami, permohonan kami," ujar Prabowo (asm)

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini