KH Husein Muhammad mengajarkan toleransi agar alam semesta damai. Mengembangkan dialog. (Foto: Istimewa)
KH Husein Muhammad mengajarkan toleransi agar alam semesta damai. Mengembangkan dialog. (Foto: Istimewa)

Dialog Interfaith, Perjumpaan Menjadikan Damai Alam Semesta

Ngopibareng.id Khazanah 11 September 2020 09:04 WIB

KH Abdurrahman Wahid, Presiden ke-4 RI, dalam kehidupan masyarakat di Indonesia mengingatkan pentingnya menjaga kedamaian.

"Peran agama sesungguhnya membuat orang sadar akan fakta bahwa dirinya merupakan bagian dari anggota umat manusia, dan bagian dari alam semesta," tutur Gus Dur.

Berkait hal itu, dalam Dialog Interfaith, bersama Bhikkhu, dan Prof. Komaruddin Hidayat, dipandu Abu Marlo, KH Husein Muhammad mengawali bicara dengan mengutip pernyataan indah ini :

Syaikh Syamsi Tabrizi, Darwisy Pengelana, seperti Budha Gautama, mengatakan kepada murid terkasihnya, maulana Jalaluddin Rumi yang mencerahkannya :

في هذا العالم، ليست الأشياء المتشابهة أو المنتظمة، بل المتناقضات الصارخة هي ما يجعلنا نتقدم خطوة إلى الأمام. ففي داخل كل منا توجد جميع المتناقضات في الكون، لذلك يجب على المؤمن أن يلتقي بالكافر القابع في داخله، وعلى الشخص الكافر أن يتعرف على المؤمن الصامت في داخله. وإلى أن نصل إلى اليوم الذي يبلغ فيه المرء مرحلة الكمال، مرحلة الإنسان المثالي، فإن الإيمان ليس إلا عملية تدريجية ويستلزم وجود نظيره الكفر.

Di dunia ini, bukanlah kesamaan atau keteraturan yang mampu menggerakkan kita untuk maju ke depan melainkan hal-hal yang kontradiktif. Dan semua yang kontradiktif di dunia itu ada dalam setiap diri kita.

Oleh karena itu, seorang yang beriman perlu bertemu dengan yang tak beriman. Dan yang tak beriman harus mengenal yang beriman sampai seseorang mencapai tahap manusia ideal. Menjadi mukmin sejati merupakan sebuah proses bertahap; sebuah proses yang memerlukan ‘lawan’nya: yang tak percaya.

KH Husein Muhammad pun menambahkan dengan bait-bait puisi sufistik berikut.

JANGANLAH TIDUR

ايها المحبوب, فى هذه الليلة أنت كالقمر, فلا تنم
وابدأ الدوران كالفلك الدوار , ولا تنم
إن صحونا سراج العالم
فاحفظ هذا السراج ليلة واحدة , ولا تنم
أيها الحبيب الذى لا حبيب مثله, لا تنم
ويا من بك تستقيم الامور , لا تنم
فى هذه الليلة ستشتعل مائة شمعة بسببك
وقد دخلنا فى أمانك , فلا تنم

Duhai Kekasih,
Malam ini kau bagai rembulan,
Janganlah tidur
Mari kita berputar-putar,
Bagai tingkah cakrawala,
Janganlah tidur
Ayo begadang, biar kita jadi lampu alam semesta
Ayo hidupkan terus lampu ini satu malam saja,
Janganlah tidur

Duhai Kekasih yang tiada kekasih seperti mu,
Janganlah tidur
Duhai, yang karena-Mu, segalanya jadi damai,
Janganlah tidur
Malam ini, karena-Mu, seratus lilin akan menyala
Aku begitu nyaman masuk dalam dekapan-Mu,
Janganlah tidur
(Rumi, Ruba’iyyat).

Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

(Cirebon, 100913)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Oct 2020 19:37 WIB

Gus Ipul Jadi Warga Kehormatan Silat Mancilan

Pilkada

Saifullah Yusuf dinobatkan jadi Warga Kehormatan Silat Mancilan.

22 Oct 2020 19:15 WIB

Transformasi Sains dan Teknologi Penting bagi Kaum Santri

Khazanah

Pesan Hasan Chabibie, Plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud

22 Oct 2020 19:00 WIB

KREBS, Aplikasi Cegah Obesitas Buatan Mahasiswa Unair

Pendidikan

KREBS Aplikasi Hindari Obesitas, Buatan Mahasiswa Unair

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...