Akibat serangan dengan roket rakitan ditembakkan dari Gaza City ke Israel dalam konflik 12 November 2019. (Foto: aa amra/DW)

Di Tengah Natal, Militer Israel Akui Salah Serang Bom di Gaza

Internasional 26 December 2019 14:47 WIB

Militer Israel mengatakan, serangan di Gaza bulan lalu yang menewaskan 9 orang termasuk anak-anak adalah sebuah kekhilafan. Pihak militer tidak menyangka ada warga sipil di gedung yang diserang.

Pernyataan itu disampaikan ketika di seluruh dunia tengah merayakan Hari Natal, pada Selasa 24 Desember 2019.

Serangan udara yang dilakukan Israel 14 November lalu di Jalur Gaza menargetkan rumah seorang komandan Jihad Islam, Rasmi Abu Malhous, kata militer Israel. Dia dan delapan anggota keluarganya terbunuh dalam serangan itu, termasuk lima anak-anak.

Militer mengatakan, informasi intelijen yang dikumpulkan sebelum serangan itu mengindikasikan bahwa tempat itu "digunakan sebagai kompleks militer organisasi teror Jihad Islam".

Karena itu militer Israel menyimpulkan bahwa "warga sipil tidak punya akses ke sana" dan karena itu serangan "tidak akan mengorbankan warga sipil".

Namun penyelidikan yang kemudian dilakukan setelah serangan itu menemukan "bahwa meskipun kegiatan militer dilakukan di markas tersebut, itu bukan kompleks tertutup, dan pada kenyataannya warga sipil ada di sana," demikian disebutkan.

Militer Israel mengatakan pihaknya "akan belajar dari kesalahan" itu untuk mengurangi "terulangnya kejadian tidak teratur yang serupa."

Militer mengatakan, mereka telah melakukan "upaya besar ... untuk mengurangi kerusakan pada non-kombatan".

Laporan militer juga turut menyalahkan Jihad Islam karena mengeksploitasi dan membahayakan non-kombatan "dengan menempatkan aset militernya di jantung populasi sipil, dan dengan sengaja beraksi dari dalam wilayah sipil yang padat penduduk."

Gejolak tiga hari bulan yang lalu dimulai ketika Israel membunuh seorang pejabat senior Jihad Islam di Gaza pada 12 November. Kelompok militan itu lalu merespons dengan menembakkan lebih dari 450 roket ke Israel.

Militer Israel membalas dengan menyerang puluhan target di markas-markas kelompok militan.

Para pejabat Palestina mengatakan, seluruhnya ada 35 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 100 lainnya terluka pada insiden itu. Di pihak Israel tidak dilaporkan ada korban jiwa.

Dalam pernyataan hari Selasa 24 Desember 2019, militer Israel mengatakan bahwa operasi November secara keseluruhan sukses, dan memberikan pukulan pada Jihad Islam serta meningkatkan keamanan warga sipil di Israel.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Sep 2020 15:52 WIB

Damai dengan UEA dan Bahrain, Pesawat Israel Menyerang Palestina

Internasional

Pesawat Israel serang Gaza saat perjanjian damai dengan UEA dan Bahrain.

16 Sep 2020 10:38 WIB

Mengejutkan, Dua Negara Teluk Arab dan Israel Teken Perjanjian

Internasional

Perjanjian Damai ditulis dalam bahasa Inggris, Ibrani dan Arab

16 Sep 2020 09:58 WIB

Disaksikan Presiden Trump; UAE, Bahrain dan Israel Berdamai

Internasional

UAE, Bahrain dan Israel tandatangani perdamaian disiaksikan Presiden Trump

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...