Di Tengah Hiruk Pikuk Politik, Ini Pesan Teduh Sinta Nuriyah

10 Aug 2018 16:53 Khazanah
“Saya mendoakan agar yang jadi cawapres adalah orang-orang yang betul-betul amanah, memperhatikan masyarakat, sayang ke masyarakat dan memperhatikan Indonesia dan mempertahunkan keutuhan bangsa dan Negara,” kata Ibu Sinta Nuriyah.

 

 

Ibu Negara (1999-2001) Ny Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid berharap sekaligus mendoakan agar bangsa Indonesia mendapatkan pemimpin yang memperhatikan kebutuhan bangsa dan masyarakat. 

Harapan itu disampaikan di tengah ramainya pencapresan pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga R Uno, dalam Pilpres 2019.

“Saya mendoakan agar yang jadi cawapres adalah orang-orang yang betul-betul amanah, memperhatikan masyarakat, sayang ke masyarakat dan memperhatikan Indonesia dan mempertahunkan keutuhan bangsa dan Negara,” kata Ibu Sinta Nuriyah, dikutip ngopibareng.id, Jumat 10 Agustus.

Ia mengatakan akan mendoakan yang terbaik untuk kepemimpinan Indonesia terutama lima tahun yang akan datang. 

“Sebagai ibu yang pernah menjadi ibunya bangsa Indonesia, semuanya saya doakan dan saya dukung. Perkara selanjutnya, apakah doa kita mustajab atau tidak, kita serahkan pada Tuhan,” lanjutnya.

Ia juga berpesan agar pemimpin bangsa memperhatikan kebutuhan warga Nahdlatul Ulama dengan memperbanyak program pengentasan kemiskinan. Menurut Ibu Sinta, program tersebut akan bermanfaat secara langsung kepada warga NU di berbagai wilayah Indonesia.

 

“Sebagai ibu yang pernah menjadi ibunya bangsa Indonesia, semuanya saya doakan dan saya dukung. Perkara selanjutnya, apakah doa kita mustajab atau tidak, kita serahkan pada Tuhan,” kata isteri KH Abdurrahman Wahid (almaghfurlah).

Dalam pantauan ngopibareng.id, Kamis kemarin, di Ciganjur menerima kehadiran elite Partai Golkar, ditemui langsung Ny Sinta Nuriyah, bersama putrinya, Yenny Wahid. Ketua Umum DPP Partai Golkar, ‎Airlangga Hartarto, sejumlah pimpinan partai penguasa di era Orde Baru itu.

Pada kesempatan tersebut, Sinta Nuriyah berpesan agar masyarakat tetap menjaga marwah para ulama. Meski kini terjadi perbedaan pendapat dalam hal politik praktis. 

“Marwah ulama, bagi warga Nahdliyin, harus tetap dijaga,” tutur Sinta Nuriyah.

Dalam kesempatan itu, banyak pertanyaan diajukan kalangan media. Namun, Tokoh yang masuk dalam 100 Tokoh Dunia, ini memberikan kesempatan pada Yenny Wahid. Putri Gus Dur yang aktif menyelami persoalan politik inilah yang melayani pertanyaan para awak media.

Yenny Wahid, Direktur Wahid Foundations menegaskan, Mahfud MD adalah kader Nahdlatul Ulama (NU) tulen.

Yenny mengatakan, warga NU berjumlah jutaan orang dan tak bisa diwakili kader parpol yang duduk di PBNU. PBNU juga menurutnya berasal dari berbagai macam orang. Sehingga dia mengatakan yang mengatakan tak akan mendukung Jokowi jika Cawapres bukan kader NU bukanlah mewakili PBNU tapi PKB.

"Ini bukan PBNU. Ini adalah orang-orang PKB yang kebetulan menjadi pengurus PBNU. Berbeda karena PBNU sendiri kalau kita membaca sikap atau kalimat-kalimat dari Kiai Said Agil Siradj, kemudian Kiai Ma'ruf Amin, itu kan justru menyatakan PBNU enggak ada ancam mengancam, PBNU bukan partai politik. PBNU membebaskan presiden untuk memilih calonnya," ujarnya.

Ada pengurus parpol yang jadi pengurus PBNU dan seolah-olah mewakili PBNU. Namun, kata Yenny, warga NU di tingkat akar rumput memiliki pandangan beda terhadap Mahfud MD dan akan sangat mendukung jika Mahfud dipilih Jokowi jadi Cawapres.

Namun, dalam perkembangannya, Joko Widodo dan partai pendukungnya, memilih KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres dalam Pilpres 2019. (adi)

Reporter/Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini