Peringati Hari Pahlawan, Risma Singgung Kasus Papua

09 Nov 2019 13:16 Surabaya

Sabtu pagi, Kota Surabaya tampak berbeda, sepanjang Jalan Pahlawan, Tunjungan, Monumen Bambu Runcing hingga Taman Bungkul riuh masyarakat yang duduk di pinggir jalan. Apa yang ditunggu? Tentu Parade Juang, untuk mengingat perjuangan para Pahlawan di hari 10 November 2019.

Seluruh masyarakat Kota Surabaya tumpek blek di sepanjang jalan itu. Pasalnya kegiatan ini tentu menjadi salah satu hiburan masyarakat.
Tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyajikan berbagai nuansa pahlawan. Salah satunya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang memakai atribut pahlawan sembari menaiki mobil Panser Anoa.

Dalam sambutannya, Risma menggaungkan semangat persatuan kepada seluruh warga Surabaya. Dia mengingatkan dulu di masa perjuangan, seluruh masyarakat pun bersatu hingga tak membeda-beda.

"Saya ingin menyampaikan kepada seluruh warga Kota Surabaya pada saat kita merdeka tahun 1945, kita berjuang dengan seluruh lapisan masyarakat. Ada seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia, itu disebutkan di dalam pidato Bung Tomo," kata Risma dalam sambutannya, Sabtu 9 November 2019.

Ajakan Risma untuk mengingatkan masyarakatnya bahwa di Surabaya juga banyak lapisan suku, agama. Ia juga meminta warganya untuk bersatu.

Risma juga mengingatkan kejadian di Asrama Mahasiswa Papua tempo lalu, bahwa masyarakat Surabaya harus bisa bertoleransi terhadap perbedaan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat mengikuti parade juang Foto Harisngopibarengid
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat mengikuti parade juang. (Foto: Haris/ngopibareng.id)

Ia juga menyebut bagaimana pahlawan dulu yang berjuang tanpa membeda-bedakan. Risma mengingatkan setelah merdeka, jangan sampai masyarakat terpecah belah, terutama masyarakat Kota Surabaya.

"Saat itu ada seluruh agama dan seluruh etnis yang ikut berjuang pada tahun 1945. Juga ada pejuang dari berbagai lapisan agama termasuk pejuang-pejuang dari pesantren. Jadi karena itu saya ingin menyampaikan kepada seluruh warga Kota Surabaya, kita jangan pernah melupakan apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan," ujar Risma dengan lantang.

Tak hanya itu, Wali kota kelahiran Kediri ini menambahkan untuk menjadi Indonesia yang maju, semua harus bersatu melawan kemiskinan dan kebodohan. Dia juga ingin masyarakat tidak mudah dihasut dengan hoaks yang terjadi.

Di momentum Hari Pahlawan yang akan dirayakan setiap 10 November, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memiliki pesan khusus bagi para generasi muda. Pesan ini disampaikan Risma dengan penuh semangat.

"Saya ingin seluruh warga Surabaya Ayo kita tunjukan bahwa arek-arek Suroboyo adalah anak yang akan menjadi teladan seluruh bangsa dan negara kita arek-arek Suroboyo adalah pejuang yang tidak pernah kenal putus asa," pesan Risma.

Sebelumnya, Parade Juang ini digelar dengan berbagai rangkaian. Parade ini dibuka dengan Puisi Surabaya Bhinneka oleh Sosiawan Leak dan dilanjutkan teatrikal perang 10 November 1945 oleh Komunitas Pecinta Sejarah se-Indonesia.

Usai itu, para peserta melaju ke Gedung Aiola dan melakukan teatrikal Pidato Tokoh Bung Tomo dan Perang Heroik Madun Oleh Roodebrug.

Setelah itu, rombongan Wali Kota Surabaya melanjutkan perjalanan ke Hotel Majapahit. Di sini, Risma membaca puisi tulisan KH Mustofa Bisri yang bertajuk Surabaya. Rangkaian teatrikal hingga pembacaan puisi juga dihelat di depan Gedung Negara Grahadi, berlanjut ke Monumen Bambu Runcing hingga Monumen Polisi Istimewa.

Tak selesai di situ, rangkaian acara pun berakhir di Taman Bungkul Surabaya. Sebelum sampai Bungkul, Risma juga sempat menyerahkan senjata kepada para veteran. Rangkaian acara ini pun ditutup dengan puisi yang dibacakan Marcella Zalianty dan teatrikal Perebutan Jembatan Wonokromo oleh Roodebrug.

Penulis : Haris Dwi
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini