Di New York, Menteri Basuki Beberkan Langkah Antisipasi Bencana

26 Jun 2019 06:23 Pemerintahan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyo mamaprkan langkah-langkah mengatasi bencana di Indonesia. Ia sampaikan hal itu saat menghadiri 4th UN Special Thematic Session on Water and Disaster di Markas PBB New York.

Selain sebagai menteri, pria yang dijuluki Presiden Jokowi sebagai Bapak Infrastruktur itu hadir sebagai Wakil Ketua High-Level Experts and Leaders Panel (HELP) on Water and Disasters. Pertemuan ini bagian pertemuan 13th HELP on Water and Disasters yang berlangsung Selasa (25/6/2019), waktu setempat atau Rabu WIB.

HELP yang kini dipimpin mantan Perdana Menteri Korea Selatan Han Seung So merupakan salah satu panel tenaga ahli yang memberikan masukan Sekretariat Jenderal PBB bidang pengelolaan sumber daya air dan penanggulangan bencana. Pertemuan ini dihadiri para pengambil keputusan, pucuk  pimpinan pemerintahan, para ahli dan praktisi dari berbagai negara, seperti Jepang, Belanda, Korea Selatan, Australia hingga negara-negara Afrika.

Pertemuan HELP sekaligus merupakan forum berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam manajemen bencana, antara lain kejadian gempa bumi di Sulawesi Tengah pada akhir September 2018 yang diikuti dengan tsunami dan likuifaksi. Bencana ini menarik minat para anggota HELP untuk mengkaji lebih jauh.

Menurut Basuki, bencana gempa di Provinsi Sulawesi Tengah menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia untuk  meningkatkan perencanaan dan kesiapan infrastruktur. Juga kesiagaan masyarakat. 

“Pemerintah Indonesia saat ini tengah menaruh perhatian serius untuk mengembangkan Pusat Penelitian terkait likuifaksi dengan melibatkan banyak praktisi yang akan diberi nama “Nalodo Center”. Kata "Nalodo" berasal dari bahasa lokal di Kota Palu, Sulteng yang berarti terkubur lumpur atau tanah yang tenggelam,” katanya. 

Ia menjelaskan, tujuan utama dari menbentuk Nalodo Center untuk meningkatkan pemahaman terkait likuifaksi melalui penelitian yang maju dan inovatif. Juga untuk pengembangan dan penyebaran sistem teknologi canggih penanganan likufikasi. 

Basuki mengajak kerjasama internasional yang lebih erat dalam membangun ketangguhan negara menghadapi bencana. “Saya ingin meningkatkan kesadaran dunia khususnya untuk negara-negara tertentu yang mungkin memiliki kondisi geologis serupa seperti Palu," ujarnya. (*)

Penulis : Arif Afandi


Bagikan artikel ini