Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berkunjung ke pabrik rokok sigaret kretek tangan (SKT) PT Karya Niaga Bersama yang berada di Jl Terusan Batu Bara, Malang, Kamis, 7 Juni 2018.

Di Malang, Gus Ipul Disambut Meriah Ribuan Buruh Rokok Grendel

07 Jun 2018 16:24

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berkunjung ke pabrik rokok sigaret kretek tangan (SKT) PT Karya Niaga Bersama yang berada di Jl Terusan Batu Bara, Malang.

Kedatangan keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut langsung disambut meriah oleh sekitar 1.500 karyawan pabrik. Mereka langsung mengajak berswafoto dengan mengangkat dua jari "victory" atau tanda nomor 2.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga melihat langsung proses produksi pembuatan rokok tradisional cap Grendel itu. Dimulai dari tahapan pelintingan, banderol, pengepakan hingga ke gudang.

"Mereka ibu-ibu terampil, setiap hari bisa mengepak 150-200 bungkus," ujar Gus Ipul, Kamis, 7 Juni 2018.

Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berkunjung ke pabrik rokok sigaret kretek tangan (SKT) PT Karya Niaga Bersama yang berada di Jl Terusan Batu Bara, Malang, Kamis, 7 Juni 2018.

Ia mengatakan, industri padat karya seperti ini harus dipertahankan, apalagi sekitar 29 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur disumbang dari industri olahan, di mana makanan dan minuman serta produksi tembakau adalah yang paling besar.

Selain itu, calon gubernur yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno itu menilai produksi pembuatan rokok seperti ini merupakan industri yang menyerap banyak tenaga kerja.

"Jadi perlu kita dukung, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, yaitu kesempatan bekerja," ucapnya.

Gus Ipul mengaku senang mengetahui tembakau yang diolah di perusahaan tersebut adalah tembakau lokal, di mana saat ini Jawa Timur menjadi salah satu penghasil tembakau terbesar Indonesia.

Sementara itu Direktur Utama PT Karya Niaga Bersama Hariyanto mengatakan perusahaan yang berdiri sejak tahun 1956 ini mempekerjakan lebih dari 1500 orang khusus untuk menangani linting manual.

Mereka ini mayoritas adalah warga sekitar sehingga keberadaan pabrik bisa dirasakan manfaatnya bagi warga sekitar. (frd/wah)