Wakil Presiden  Ma'ruf Amin  pada acara  Pengenalan Kehidup Kampus  Bagi  Mahasiswa Baru (PKKMB)  Universitas Islam Nusantara  (UNINUS) Bandung. (Foto:Setwapres)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada acara Pengenalan Kehidup Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung. (Foto:Setwapres)

Di UNINUS Wapres Tambah Satu Paradigma Baru NU 

Ngopibareng.id Nasional 15 September 2020 17:55 WIB

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menambah satu paradigm dalam Nahdlatul Ulama (NU). Yaitu al ishlah ila ma huwal ishlah tsummal ashlah fal ashlah, harus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik secara berkelanjutan. Tambahan ini disampaikan Wapres saat hadir secara virtual di Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung, Selasa, 15 September 2020.

Paradigma baru ini melengkapi dua pendahulunya, yaitu al muhafadzah alal qadimisshalih, menjaga yang lama yang baik, artinya menjaga tradisi dan wal akhdu biljadidil ashlah, mengambil yang baru yang lebih baik, artinya melakukan transformasi.

"Saya tambahkan dengan satu paradigma lagi yaitu al ishlah ila ma huwal ishlah tsummal ashlah fal ashlah, harus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, ke arah yang lebih baik secara berkelanjutan, secara sustainable yang tidak pernah berhenti," kata Wapres saat menghadiri acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung.

Dengan mengikuti paradigma NU tersebut, UNINUS dapat menjadi pusat perbaikan dan perubahan. “Saya berharap UNINUS itu menjadi salah satu pusat perbaikan (markazul islah) dan juga sekaligus menjadi pusat penyiapan tokoh-tokoh perubahan (markaz lia’dadi rijalil ishlah)," katanya.

Dengan demikian, nantinya UNINUS bisa direplikasi oleh perguruan tinggi lain di bawah NU di berbagai daerah karena mampu mencetak generasi unggul yang turut berperan dalam perubahan zaman.

Wapres mengharapkan Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung, sebagai universitas binaan Nahdlatul Ulama (NU), dapat mengikuti paradigma NU sebagai organisasi perubahan. Wapres optimis, UNINUS dapat mencetak generasi unggul yang mampu memegang peran dalam perubahan zaman yang kian berubah, serta tetap berpegang teguh pada karakter kebangsaan dan paham ahlussunnah wal jamaah an nahdliyyah.

Organisasi Perubahan

Karena itu kampus Uninus itu akan menjadi salah satu pusat perbaikan (markazul islah) dan juga sekaligus menjadi pusat penyiapan tokoh-tokoh perubahan atau markaz lia’dadi rijalil ishlah. Kampus UNINUS bisa direplikasi oleh seluruh perguruan tinggi-perguruan tinggi di bawah NU di seluruh Indonesia.

Wapres mengapresiasi kepada seluruh civitas akademika dan menyakini UNINUS dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Ia juga turut mendoakan agar pandemi Covid-19 dapat dilewati dengan baik.

“Saya optimis, UNINUS dapat mencetak generasi unggul yang mampu memegang peran dalam perubahan zaman yang kian berubah serta tetap berpegang teguh pada karakter kebangsaan dan paham ahlussunnah wal jamaah an nahdliyyah,” katanya.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Jan 2021 07:07 WIB

Gelar Baca Manaqib Sang Waliyullah, Ikhtiar Tolak Balak NU Jerman

Khazanah

Manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jilany

27 Jan 2021 06:49 WIB

Dunia Hanyalah Kesenangan yang Menipu

Khazanah

Menuju kedamaian di akhirat

27 Jan 2021 06:14 WIB

Perempuan Haid Belajar Al-Quran, Boleh atau Dilarang?

Islam Sehari-hari

Penjelasan Ust Ma'ruf Khozin, Pesantren Aswaja Sukolilo Surabaya

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...