Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, M Rawi (kiri) saat melakukan mediasi di ruang Avsec Lion Air.
Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, M Rawi (kiri) saat melakukan mediasi di ruang Avsec Lion Air.

Begini Kronologi Aspidsus Kejati Sulut yang Ribut dengan Lion Air

Ngopibareng.id Surabaya 12 March 2018 15:15 WIB

Keributan terjadi di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, M Rawi berang setelah diancam dua petugas tiket Lion Air berinisal WAZ dan AI atas tudingan pemukulan, Minggu malam, 11 Maret 2018.

Bukannya takut, M Rawi menerima ancaman itu namun juga berencana menggugat Lion Air secara perdata. "Kamu tadi beberapa kali ancam saya lapor polisi. Justru saya berharap kamu lapor polisi, biar terang semuanya, " tantang Rawi saat proses mediasi di ruang Avsec Lion Air.

Keributan ini berawal ketika Rawi akan terbang dengan Lion Air JT 036 V rute Surabaya-Manado pada Minggu siang, 11 Maret 2018. Pesawat delay (penerbangan ditunda) dua kali, yakni 14.00 dan 14.40, dari semestinya jadwal terbang pukul 13.30 WIB.

Berulangkali Rawi mengaku sudah menanyakan jadwal keberangkatan pesawat, namun tidak ditanggapi. Sebaliknya, dia malah ketinggalan pesawat tanpa ada pemberitahuan. Puncaknya, terjadi keributan dengan petugas tiket.

Terkait ancaman akan dilaporkan ke polisi, Rawi saat itu menepuk pantat petugas tiket Lion Air, AI, dengan tas karena cuek ditanya soal keberangkatan Lion Air JT 036 V rute Surabaya-Manado, yang akan ditumpangi Rawi dan batal. AI tak terima lalu WAZ turun tangan dan mengancam akan melaporkan ke polisi

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya itu berencana menggugat Lion Air secara perdata. Selaku konsumen, dia merasa dirugikan materil dan immateril. Ia merugi secara materiil karena tiketnya rute Surabaya-Manado hangus tanpa ganti. "Saya tadi ditawari ganti tiket baru, tapi tidak mau karena disuruh minta maaf, lha wong saya yang dirugikan kok," ujarnya.

Jaksa kelahiran Pamekasan, Madura, itu juga merasa rugi karena digertak-gertak di muka banyak orang serta diancam akan dilaporkan ke polisi. "Saya bukan maling," kata Rawi yang dipastikan gagal menyambut Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut yang baru. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut yang baru, menjalani hari pertama kerja di kantornya pada Senin, 12 Maret ini. 

Sementara pihak manajemen Lion Air menganggap perselisihan antara penumpang M Rawi, Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, dengan dua petugas maskapainya, WAZ dan AI, sebagai urusan pribadi, meski keduanya sedang bertugas dan memakai seragam resmi. "Itu sudah di luar manajemen," ujar Asisten Manajer Lion Air Bandara Juanda Surabaya, Dyan Eko, kepada wartawan.

Versi manajemen Lion Air, Rawi ketinggalan pesawat kemungkinan  karena tidak fokus sehingga tidak mengetahui informasi keberangkatan. "Mungkin Bapaknya (Rawi) sedikit main HP sehingga tidak fokus ketika boarding," ucapnya.

Ditambahkan Eko, saat staff Customer Service Officer atau CSO, AI, baru datang di gate dan ditanya soal keberangkatan pesawat Lion Air rute Surabaya-Manado oleh Rawi. "Masnya (AI) konfirmasi dan itu menunggu waktu, mungkin dari konfirmasi itu Bapaknya (Rawi) kurang puas akhirnya itu tadi, terjadi pemukulan (dengan tas) dan kronologisnya bisa dilihat di CCTV," ujarnya .(tom)

Penulis : Rahmad Utomo

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Oct 2020 06:15 WIB

Cara Bandara Internasional Juanda Minimalisir Penyebaran Covid-19

Rek, Ojok Angel Tuturane

Ada petugas yang ingatkan pentingnya protokol kesehatan.

23 May 2020 19:52 WIB

Bandara Juanda Sepi, Ini Foto-fotonya

Nasional

Bandara Juanda di Surabaya Sepi pada H-1 Lebaran.

15 Apr 2020 05:10 WIB

Hari Ini, Ada 200 WNI dari Malaysia Mudik ke Jatim

Jawa Timur

Pemprov Jatim siapkan prosedur skrining covid-19 di Juanda,

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...