Calon Wakil Walikota nomor urut 2 Mujiaman Sukirno ketika tampil di acara Deklarasi Kampanye Damai KPU Surabaya. (Foto: Alief Sambogo/ngopibareng.id)
Calon Wakil Walikota nomor urut 2 Mujiaman Sukirno ketika tampil di acara Deklarasi Kampanye Damai KPU Surabaya. (Foto: Alief Sambogo/ngopibareng.id)

Jula Juli Ala Mujiaman Curi Perhatian di Deklarasi Kampanye Damai

Ngopibareng.id Pilkada 26 September 2020 21:16 WIB

KPU Kota Surabaya menggelar deklarasi kampanye damai Pilwali Surabaya 2020, Sabtu 26 September 2020 di Hotel Singgasana Surabaya. 

Dalam acara itu, ada yang mencuri perhatian para undangan yakni penampilan Calon Wakil Walikota Surabaya nomor urut 2, Mujiaman.

Sebelum Machfud Arifin naik panggung untuk orasi pernyataan deklarasi damai, Mujiaman Sukirno terlebih dahulu yang maju.

Mujiaman dengan menggunakan baju daerah khas Surabaya menyajikan kesenian ludruk, parikan, dan kidung ala seniman Surabaya, Kartolo.

Dengan fasih Mujiaman melontarkan parikan-parikan terkait dengan bagaimana ia dan MA akan membangun Surabaya. Di akhir parikannya, Mujiaman menyebutkan kalau warga Surabaya harus adem ayem hatinya agar bisa membawa Surabaya Maju. 

“Adem ayem atine. MA-Mujiaman kudu menang, Maju Kotane Makmur Wargane,” kata Mujiaman di atas panggung dengan nada parikan ala Kartolo.

Setelah parikan, ia lalu nyanyi kidung jula-juli yang diiringi oleh pegiat seni musik tradisional yang dibawa oleh pasangan tersebut.

Berikut penggalan nyanyian kidung jula-juli Mujiaman dan pengiring.

“Ayo-ayo MA-Mujiaman, ramah kata berpengalaman.

MAJU, Machfud-Mujiaman, pilihane arek Suroboyo.

Ayo-ayo MA-Mujiaman, Wes wayah ne Maju

Maju, Machfud-Mujiaman

Peduli selalu mengayomi”

Ketika ditemui seusai acara, Mujiaman mengaku sengaja menggunakan baju khas daerah Surabaya dan menampilkan kesenian Surabaya. Ia beralasan, ini adalah bukti dan komitmen pasangan MA-Mujiaman untuk membangun seni dan budaya Surabaya yang mulai terpinggirkan.

“Jadi budaya dan kesenian Surabaya ini tertinggal. Bahkan tempat-tempat kesenian malah digusur. Saya pernah, malam hari habis main kesenian di THR, eh paginya alat seninya dikukuti dan apalagi sekarang ini para pegiat seni tercerai-berai. Dengan ini, saya ingin tunjukkan bahwa komitmen MA-Mujiaman adalah membangun seni budaya masyarakat Surabaya, dari kampung ke kampung,” katanya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Oct 2020 15:36 WIB

Tak Hanya Amankan Demo, Polisi di Surabaya Juga Bagikan Masker

Rek, Ojok Angel Tuturane

Agar tak terjadi cluster baru di Kota Surabaya

22 Oct 2020 15:09 WIB

Mempersiapkan Anak Sekolah di Tengah Pandemi, Ini Tipsnya

Pendidikan

Meski belum jelas kapan akan dimulai, ada baiknya mulai dipersiapkan.

22 Oct 2020 14:40 WIB

Serunya Gowes Bareng Sekeluarga di Saat Pendemi (2-habis)

Gowes Bareng

Gowes bareng ternyata bisa mempererat hubungan keluarga.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...