Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono (foto:Muh Hujaini/Ngopibareng.id)
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono (foto:Muh Hujaini/Ngopibareng.id)

Dexamethasone Bisa Obati Covid-19? Ini Penjelasannya

Ngopibareng.id Jawa Timur 20 January 2021 15:29 WIB

Dexamethasone belakangan ini ramai dibicarakan karena disebut-sebut bisa menjadi obat covid-19. Namun, ternyata tidak ada rekomendasi resmi dari pemerintah terkait penggunaan Dexamethasone sebagai obat corona.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono menyatakan, hingga saat ini belum ada rekomendasi resmi dari pemerintah terkait penggunaan Dexamethasone sebagai obat Covid-19. "Ora babar blas (tidak ada sama sekali)," ujarnya.

Menurut pria yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi ini, masyarakat harus melalukan diet informasi. Karena, tidak semua informasi yang beredar dijamin kebenarannya.

"Artinya harus pinter-pinter memilah, tidak semua informasi harus kita telan," katanya.

Dia menambahkan, masyarakat boleh percaya pada informasi yang bersumber dari orang, institusi atau lembaga yang mempunyai legitimasi dan berkompeten dalam hal tersebut. Sehingga masyarakat tidak sampai menerima informasi yang keliru.

"Informasi yang layak kita baca dan kita cermati adalah informasi yang berasal dari orang atau institusi atau lembaga yang mempunyai legitimasi dan berkompeten dalam hal tersebut," katanya.

Sebelumnya, sebuah kabar beredar di masyarakat bahwa Dexamethasone bisa mengobati covid-19. Menurut hasil penelitian Universitas Oxford, penggunaan Dexamethasone menunjukkan penurunan kematian hanya pada kasus pasien Covid-19 yang berat yang menggunakan ventilator (alat bantu pernapasan) atau memerlukan bantuan oksigen.

Obat Dexamethasone disebut tidak bermanfaat untuk kasus Covid-19 ringan dan sedang atau yang tidak dirawat di rumah sakit.

Deksametason adalah golongan steroid merupakan obat keras yang terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dimana pembeliannya harus dengan resep dokter dan penggunaannya dalam pengawasan dokter.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Mar 2021 22:47 WIB

Gus Muid Kembali Dipilih Pimpin DPC PKB Kota Kediri

Politik

Muscab DPC PKB juga merekomendasikan Gus Muid maju Pilkada

07 Mar 2021 22:30 WIB

Quartararo Akui Kesulitan Pahami Motor M1

MotoGP

Quartararo berharap bisa lebih baik di latihan resmi kedua hari ini.

07 Mar 2021 22:01 WIB

Bamsoet Minta Owner Ferarri Promosikan Indonesia Saat Touring

Nasional

Saat touring bisa mendokumentasikan keindahan Indonesia di medsos.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...