Dewan Ulama Thariqah Indonesia Soal Opick dan Rambut Nabi

13 May 2019 08:00 Selebriti

Publik heboh ketika Opick tiba-tiba menggelar konferensi pers di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa 7 Mei lalu. Pasalnya, suami Bebi Silvana ini mengaku diamanahi sehelai rambut Nabi Muhammad SAW oleh Dewan Ulama Thariqah Internasional (DUTI) Turki.

Tak sedikit publik yang menyangsikan kebenaran sehelai rambut Nabi Muhammad yang dibawa Opick. Pasalnya, Opick diketahui sebagai penyanyi religi, bukan merupakan ulama.
Menanggapi polemik tersebut, Opick bersama DUTI menggelar jumpa pers.

Sekretaris Dewan Ulama Thariqah, Zubair Ahmad, membacakan surat pernyataan DUTI yang memuat beberapa alasan dipilihnya Opick sebagai sosok yang diamanahi sehelai rambut Rasulallah.

Setidaknya ada tiga pertimbangan DUTI Turki mengamanahkan sehelai rambut Rasulallah SAW.

"Pertimbangan dan alasan Internasional dan Indonesia menitipkan rambut suci tersebut kepada Opick adalah sebagai berikut," kata Zubair membacakan surat pernyataan DUTI.
"Satu, Opick sudah merupakan anggota pengurus DUTI," bacanya.

"Dua, Opick telah berjanji serta bertekad kuat untuk mensyiarkan rasa cinta dan rindu kepada Nabi Muhammad SAW melalui kehadiran rambut suci ini ditengah tengah-tengah umat nantinya," lanjutnya.

"Tiga, Opick bersedia dan mematuhi segala ketentuan yang telah disepakati DUTI dalam menjaga dan merawat rambut suci sekaligus menjalankan adab dan etika dalam penjagaan rambut suci Nabi Muhammad SAW, sejalan dengan aqidah ahlusunnah wal jamaah serta sesuai tuntunan Al Qur'an dan Hadist," pungkas Zubair.

Surat pernyataan DUTI soal amanah yang diberikan kepada Opick
Surat pernyataan DUTI soal amanah yang diberikan kepada Opick.

Amanah sehelai rambut Nabi Muhammad SAW yang diberikan kepada Opick bersifat seumur hidup. Namun jika dikemudian hari keberadaan rambut suci tersebut tidak terjamin keamanan dan perawatannya, maka DUTI berhak untuk menarik kembali titipan rambut suci tersebut.

Titipan rambut tersebut kemudian akan dikembalikan kepada pemegang amanah utama, yakni DUTI Turki. (yas)