Ilustrasi Pasar Bendul Merisi yang sempat terbakar beberapa waktu lalu. (Foto: Alief/ngopibareng.id)

Jika Ingin Pensiun Tenang, Risma Harus Benahi Pasar Tradisional

Surabaya 04 December 2019 15:29 WIB

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengkritik Wali Kota Surabaya karena dianggap tidak serius dalam mengembangkan pasar tradisional. Menurut catatan anggota dewan ini, dalam beberapa tahun terakhir perkembangan pasar tradisional kalah dengan perkembangan minimarket maupun pusat perbelanjaan yang lebih modern.

"Pasar tradisional di Surabaya itu bermasalah. Tidak dikembangkan. Pemkot sama sekali tidak serius," kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Mahfudz, Rabu 4 Desember 2019.

Menurutnya, tak dikembangkannya pasar tradisional oleh Pemkot membuat para pedagang merugi. Alasannya, mereka tetap membayar retribusi ke PD Pasar Surya, namun tak diberikan fasilitas yang mumpuni.

Dengan fasilitas dan akses ala kadarnya akan membuat pembeli enggan datang dan berbelanja ke pasar tradisional.

"Pedagang disuruh bayar terus. Kalau nggak bayar diusir. Tapi pasar tidak dibangun dengan baik. Akses, fasilitas, tetap saja seperti belasan tahun lalu. Pembeli tidak akan mau datang kalau tetap seperti itu," katanya.

Mahfudz mengatakan, lebih baik Risma membubarkan PD Pasar Surya, daripada tak serius mengelola pasar tradisional. Bahkan, jika memungkinkan Risma bisa bekerjasama dengan pihak swasta untuk mengembangkan dan membuat pasar tradisional lebih modern.

"Mending PD Pasar dibubarkan saja. Lha wong merugi terus. Bikin daerah makin bangkrut. Mending sekalian saja kerjasama dengan swasta, kalau PD Pasar memang tidak bisa mengembangkan pasar," katanya.

Ia menilai selama ini baik pemkot dan PD Pasar Surya tidak pernah serius untuk membahas perkembangan pasar tradisional di Surabaya. Kedua lembaga tersebut semakin hari terlihat tak ada koordinasi dan tak sinkron.

"Kami di Komisi B selalu dorong untuk kerjasama mengembangkan pasar. Namun dari kedua belah pihak ada saja alasan untuk tidak jalan program-programnya. Seperti tidak harmonis dan sinkron," katanya.

Salah satu contoh tak sinkronnya Pemkot dan PD Pasar adalah hingga saat ini, tak terbentuknya direksi tetap di PD Pasar. Sehingga membuat pengelolaan pasar semrawut.

Mahfudz berharap sebelum purnatugas, Risma bisa tegas kepada PD Pasar Surya, jika ia ingin pensiun dengan tenang.

"Semoga ada tindakan dari pemkot, khususnya Bu Risma," katanya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

13 Aug 2020 17:38 WIB

Tambah 2.098 Kasus Covid-19 Baru, 65 Pasien Meninggal

Reportase

Jawa Timur laporkan pasien meninggal terbanyak.

13 Aug 2020 17:10 WIB

Padat Karya Tunai, Cara Pemkot Surabaya Pulihkan Ekonomi Warga

Surabaya

PKT ditargerkan bergulir akhir tahun.

13 Aug 2020 15:33 WIB

Latihan Pernafasan Eks Pasien Covid di Taman Harmoni dan PUPR

Surabaya

Dinkes gandeng dokter paru untuk latih pernapasan mantan pasien Covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...