Deteksi Dini Glaukoma Melalui Screening di RS Mata Undaan

21 Jan 2019 20:20 ngopiHealth

Glaukoma merupakan kondisi mata yang mengalami penyempitan lapangan pandang. Ini disebabkan oleh kelainan anatomi atau cairan Aqueous Humor yang menumpuk di mata, sehingga menyebabkan tekanan bola mata menjadi tinggi. 

Dokter Rumah Sakit Mata Undaan (RSMU) dr. Dewi Rosa Rina Sp. M mengatakan tidak ada pencegahan dalam glaukoma adanya deteksi dini yang idealnya dilakukan di usia 40 tahun.

"Kalau orang sudah kena glaukoma tidak ada kata sembuh, adanya upaya agar keadaan tidak semakin parah. Jadi apabila diketahui sedini mungkin, kemungkinan untuk semakin parah menjadi mengecil," kata staf divisi glaukoma RSMU ini.

Dewi menambahkan jika ada keluarga atau kerabat yang menderita glaukoma, maka wajib melakukan pemeriksaan screening sedini mungkin.

"Karena orang yang punya keturunan genetik penyakit glaukoma, akan lebih berisiko mengalami hal yang sama," kata Dewi. 

Dokter yang akrab di sapa Rina ini menjelaskan deteksi dini glaukoma hanya bisa dilakukan dengan screening yang alatnya hanya dimiliki oleh rumah sakit mata.

"Screening memang harus dilakukan pada rumah sakit mata dan dokter mata, karena alatnya yang terbatas," ujar dr. Rina

Salah satu rumah sakit mata yang menyediakan pemeriksaan untuk screening glaukoma, adalah Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya yang berada di jalan Undaan Kulon 17-19, Surabaya.

Rumah Sakit Mata Undaan Tampak Depan FotoGoogle
Rumah Sakit Mata Undaan Tampak Depan (Foto:Google)

Fasilitas pemeriksaan glaukoma yang dimiliki RSMU antara lain Slit Lampu. Alat ini digunakan untuk melihat struktur bola mata bagian depan maupun belakang. Kemudian Tanometer yaitu alat untuk mengukur tekanan bola mata.

"Di sini kita punya dua tipe alat ada yang kontak dan non kontak. Kalau kontak berarti alatnya langsung bersentuhan dengan mata, sedangkan non kontak artinya menggunakan alat yang ditiupkan ke mata sehingga bisa tahu berapa ukuran tekanan bola matanya," katanya.

Lanjutnya, menentukan memakai tipe alat yang mana itu harus di sesuaikan dengan kondisi mata pasien. "Tiga alat yang bisa digunakan dalam pemeriksaan ini yaitu Schiotz Tonometer,  NCT (Non Contact Tanometer),  dan Aplanasi Tanometer)," imbuhnya

Selanjutnya alat yang dimiliki RSMU adalah Gonioskopi yang digunakan untuk mengetahui glaukoma yang diderita pasien termasuk jenis tertutup atau terbuka. 

Kemudian ada lagi namanya Papil Saraf Optik. Alat ini digunakan untuk mengetahui tekanan saraf papil di dalam mata. Dengan alat ini dapat diketahui sejauh mana atau seperti apa kondisi glaukoma yang diderita pasien. 

Terakhir, ada pemeriksaan penunjang yang dipakai untuk memastikan seseorang terkena glaukoma atau tidak, dan jika sudah terkena, sejauh mata kondisinya.

Dalam pemeriksaan ini ada dua alat yang digunakan yakni,  Humphrey Visual Field yang dipakai untuk mengetahui seberapa besar penyempitan lapangan pandang serta OCT (Optical Coherence Tonography) yang digunakan untuk mengetahui kondisi papil saraf perlapisan. 

"Setelah semua pemeriksaan di atas dilakukan baru bisa dipastikan adanya penyakit glaukoma, dan langkah-langkah pengobatan ke depannya," kata wanita kelahiran Banjarmasin, 10 Oktober 1983 ini. (pts)

Reporter/Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini