Geliat Destinasi Wisata Baru Surabaya Eks Lokalisasi Sememi

10 Sep 2019 19:47 Surabaya

Pemerintah Kota Surabaya telah mengubah wajah baru lokalisasi Sememi menjadi taman anggrek dan budidaya jamur yang ramai dikunjungi warga. 

Program ini adalah gagasan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang dibangun pasca penutupan lokalisasi terbesar nomor dua di Surabaya itu. 

"Di sini ada laboratorium kultur jaringan tanaman anggrek yang berfungsi sebagai kultur jaringan pembibitan. Lalu ada rumah jamur dan satu lagi ada green house anggrek," kata pengelola taman anggrek dan budidaya jamur, Saiful Ulum.

Di samping itu, Saiful juga mengembangkan taman baru yang lokasinya di bagian belakang lokalisasi. 

Meskipun dalam proses pergerjaan, Saiful mengatakan, taman anggrek ini sudah banyak dikunjungi masyarakat Surabaya.

Jam kunjungan dimulai Senin hingga Jumat pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Untuk Sabtu dan Minggu buka mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. "Dibuka untuk umum dan gratis," kata Saiful Ulum.

Bunga-bunga anggrek yang terletak di tengah kampung Sememi Jaya II ini tampak bermekaran. Bau wangi tercium saat memasuki taman. Cocok sekali untuk terapi yang sedang galau.

Tampak depan kebun anggrek di eks lokalisasi Sememi Foto istimewa
Tampak depan kebun anggrek di eks lokalisasi Sememi. (Foto: istimewa)

Menurut Saiful, tanaman anggrek merupakan komoditas yang mahal, upaya budidaya ini bisa mendokrak perekonomian warga sememi.

Jenis anggrek yang dibudidayakan adalah anggrek bulan dan anggrek hitam. Karena dua jenis anggrek ini harga mahal. 

Saiful berharap, kehadiram rumah jamur dan taman anggrek di Sememi ini ke depan mampu menghapus stigma negatif tentang Sememi yang dikenal dengan lokalisasi. 

"Saya berharap warga bisa mengolah budidaya jamur dan anggrek sebagai komoditas utama, sekaligus bisa mengubah wajah Sememi yang dulunya daerah hitam," kata Saiful. 

Salah satu pengunjung taman anggrek, Prili Nur Farida mengungkapkan, kagum terhadap perubahan Sememi yang sekarang bertambah cantik dengan hamparan bunga anggrek yang berwarna ungu ini.

"Bagus banget, ini jadi destinasi baru di Surabaya yang patut dikunjungi. Apalagi kalau pada sore hari tambah adem suasananya," kata perempuan 23 tahun ini.

Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini