Desa Rejoso Lor dijuluki ‘Kampung Satru’

Ngopibareng Pasuruan 24 May 2019 15:15 WIB

Kue Satu, kue Sota, atau kue sagu, dikenal masyarakat Pasuruan, Jawa Timur, dengan sebutan kue Satru. Kue ini banyak diproduksi di Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso. Rata-rata setiap rumah di 8 dusun membuat kue satru. Sehingga pantas kalau Desa Rejoso Lor dijadikan Kampung Satru.

Salah satu pasangan rumah tangga di RT 02 RW 03, Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor, Asiyah, 40 tahun, dan Nur Khosim, 62 tahun, sudah 4 tahun menggeluti usaha pembuatan kue satru.

"Semua satu kampung bikin satru, jadi tertarik membuat juga. Setelah itu, bapak yang kebetulan berprofesi sebagai penarik pick up material, uang hasil kerjanya dibelikan kacang hijau sebagai bahan membuat satru. Ya dari itu, akhirnya saya coba-coba,” ungkap Asiyah.

Gayung pun bersambut, usaha yang dirintisnya menemui titik positif. Satu per satu pembeli datang kepadanya. Asiyah masing ingat akan pesanan pertama yang datang kepadanya. "Satu kilogram satru dipesan oleh salah seorang perangkat Kecamatan Rejoso," katanya.

Dulu, per 1 kilogramnya dijual seharga Rp30 ribu. Kini, harganya naik Rp38 ribu. Konsumennya tak hanya berasal dari Pasuruan saja, melainkan dari Probolinggo, Mojokerto, Sidoarjo , Malang, dan Surabaya.

“Alhamdulillah ini habis selesai membuat pesanan 3 ton satru. Tapi bukan dari satu pembeli, melainkan pesanan dari Malang, Sidoarjo, dan Probolinggo,” ucap Asiyah sembari menjemur satru bikinannya.

Nama Kue Satru

Asal mula dinamakan kue satru atau satu tercetus karena setiap bahan yang digunakan dalam pembuatan kue satu memiliki perbandingan 1 (satu). Kue satu dibuat dari tepung kacang hijau, gula pasir dan tepung sagu. Contohnya dalam 1 (satu) resep terdiri dari 12 kg kacang hijau dan 12 kg gula pasir, sedangkan tepung sagu itu sendiri berfungsi untuk melepaskan kue satu dari cetakan.

Asiyah memberikan tips atau cara membuat kue Satru yang mudah. Pertama, sangrai kacang hijaunya. kupas kulitnya sampai bersih dan tumbuk sampai halus. Bisa juga menggunakan blender untuk menghaluskan kacang hijau sangrainya.

Kedua, saring hasil tumbukan atau blenderan kacang hijaunya agar halus. Selanjutnya. masukkan 175 gram gula bubuk dan sedikit aroma vanila. Campur semua bahan sampai merata.

Masukkan air sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil tetap di aduk dengan rata sampai terbentuk adonan yang pulen. Kalau perlu memakai tangan untuk mencampurnya (biasa di sebut dengan menguleni).

Hasil adonan dicetak, kemudian dijemur selama 3 jam. Selesai dijemur, siapkan oven dengan api kecil sampai mencapai suhu 145-160 derajat celcius. Panggang kue satru sampai matang dan kering. Angkat dan dinginkan terlebih dahulu di suhu ruangan sebelum di masukkan ke dalam toples. (emil)

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

31 Jan 2020 23:45 WIB

TPA Kenep Ditutup, Pasuruan Segera Operasikan TPA Wonokerto

Ngopibareng Pasuruan

Perhari TPA Wonokerto bisa menimbun 1.152 ton sampah dari 11 kecamatan.

10 Jul 2019 16:20 WIB

Ade Rai Ajak Ibu-ibu Pasuruan Lindungi Kesehatan dengan Ikut BPJS

Ngopibareng Pasuruan

Ade Rai membuat kagum ibu-ibu, termasuk Ketua TP PKK Kab Pasuruan, Lulis Irsyad Yusuf

16 Jun 2019 10:30 WIB

Budidaya Burung Merpati Balap, Harga per Ekor Mencapai Rp35 Juta

Ngopibareng Pasuruan

Berawal dari hobi, burung merpati balap dibudidayakan hingga menghasilkan uang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...