Delegasi UCLG Aspac Kunjungi Tempat Bersejarah Surabaya

12 Sep 2018 16:40 Surabaya

Delegasi negara Jerman dan Taiwan yang mengikuti serangkaian agenda kongres United Cities and Local Goverment (UCLG) Asia Pasific (Aspac) pada 13-15 September 2018 berkesempatan mengunjungi tempat sejarah di Surabaya, yakni, ke Monumen Tugu Pahlawan dan museum House of Sampoerna.

Mereka bertolak dari gedung Convention Hall Dyandra, Rabu 12 September 2018, pukul 09.00 WIB, menggunakan moda transportasi bus.

Selama perjalanan, rombongan delegasi dijelaskan berbagai macam infrastruktur modern maupun tradisional serta tata kelola kota yang ada di Kota Surabaya.

Setibanya di Monumen Tugu Pahlawan, rombongan diajak berkeliling untuk melihat sekaligus memahami sejarah kembali rentetan cerita perjuangan pertempuran yang terjadi di Kota Pahlawan.

Representative pemerintah asal Jerman Ify (26) sangat takjub dan tertarik melihat berbagai macam cerita serta koleksi sejarah yang ada di dalam museum.

Menurutnya, tempat ini sangat bagus untuk generasi muda agar dapat mengingat dan mengenang jasa para pahlawannya.

"Pertama kali ke Surabaya dan saya sangat tertarik melihat benda-benda sejarah disini. Akan menjadi cerita saat pulang ke Jerman," kata Ify di sela-sela acara.

Selama 45 menit mengelilingi seisi barang dan mendengar cerita sejarah perjuangan di museum Tugu Pahlawan, para delegasi lalu melanjutkan perjalanannya menuju House of Sampoerna.

Setibanya di sana, mereka disambut pegawai dan aroma kretek yang sudah melegenda di Kota Surabaya sejak tahun 1913.

Salah seorang petugas kemudian menjelaskan sejarah singkat museum dan silsilah keluarga Sampoerna kepada para delegasi.

Beranjak ke lantai 2, rombongan nampak takjub dan antusias saat melihat cara kerja pembuatan rokok Sigaret Kretek Tangan (STK) yang semuanya dikerjakan kaum hawa.

Saking takjubnya, beberapa delegasi memberanikan diri untuk mempraktekkan cara pembuatan hingga pengemasan rokok kretek yang kini dihuni lebih dari 1.700 pekerja. 

New Cities Goverment asal Taiwan, Kan Chuan Lin (30) mengaku senang. Alasannya, ini adalah pengalamannya yang pertama kali dirinya melakukan hal semacam itu. “Dapat ilmu baru dan itu terlihat sangat indah,” kata dia.

Chuan juga mengapresiasi jam kerja yang diterapkan di perusahaan Sampoena. Menurutnya, pemberlakuan 7 jam kerja sesuai dengan aturan dan itu akan membuat pekerja merasa nyaman saat bekerja.

"Itu peraturan yang manusiawi dan perlu diterapkan di beberapa negara yang masih memperkerjakan pekerjanya di atas 7 jam,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banda Aceh, Fadhil. Ia mengajh senang dan kagum melihat cara kerja pembuatan rokok yang masih mempertahankan cara tradisional ini.

"Ada nilai seni yang dipertahankan dan itu sangat bagus," kata Fadhil. 

Pra delegasi, nantinya akan melanjutkan city tour ke Sembatan Suroboyo, Kenjeran malam nanti. Mereka, akan disuguhkan berbagai macam hiburan dan atraksi keindahan jembatan itu diterangi gemerlap lampu warna-warni dan iringan musik jazz. (frd/wit)

Penulis : Farid Rahman
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini