Sholeh dalam acara deklarasi dirinya maju sebagai Calon Wali Kota Surabaya di Pilkada 2020. (Foto: Alief/ngopibareng.id)
Pilkada Surabaya 2020

Deklarasi Tanpa Pendamping, Indikasi Sholeh Tak Laku?

Surabaya 05 July 2019 13:07 WIB

Saat mendeklarasikan diri maju dalam bursa calon Wali Kota Surabaya dalam Pilkada 2020, pada Kamis 4 Juli 2019 kemarin, Muhammad Sholeh tak didampingi oleh calon wakil wali kota. Sholeh kemarin mendeklarasikan diri maju dari jalur independen. 

Keputusan mengadakan deklarasi tanpa didampingi oleh calon wakil wali kota, menjadi pertanyaan. Apakah ini indikasi jika tak ada yang mau bergabung dengan Sholeh? Ataukah Sholeh hanya abang-abang lambe untuk sekadar mencari popularitas semata?

Atas semua pertanyaan itu, Sholeh membantah. Kata dia, niatnya untuk maju sebagai Wali Kota Surabaya merupakan niat serius. Bahkan ia berujar haqul yakin akan menang dalam pemilihan wali kota Surabaya kali ini.

"Saya sekarang niat serius. Tidak hanya gertak-gertak sambal atau abang-abang lambe. Memang pada pilkada 2015 saya juga bilang mau maju independen, namun itu untuk membuat partai-partai memajukan calon. Lah, bagaimana saat itu Tri Rismaharini merupakan calon tunggal," ujarnya.

Selain itu, Sholeh juga menanggapi terkait calon pendampingnya sebagai Wakil Wali Kota. Meski deklarasi secara sendirian, Sholeh menampik apabila tak ada yang mau gabung dengan dirinya.

Sholeh menyebutkan, ia dan timnya telah memiliki beberapa nama untuk digandeng sebagai Wakil Wali Kota. Namun hingga akhir bulan ini, ia dan tim masih akan melakukan riset dan survei serta penjajakan kepada nama-nama yang ia kantongi.

"Jangan sampai wakil nanti tidak punya massa, atau bahkan tidak bisa meraup suara banyak. Insya allah tak lama akan saya kasih kabar untuk namanya," kata politikus partai Gerindra tersebut.

Menurut Sholeh, selain menentukan calon pendampingnya, ia dan tim sedang fokus untuk mengumpulkan KTP warga Surabaya sebagai syarat maju melalui jalur independen. Seperti diketahui, jumlah KTP bagi calon Wali Kota Surabaya yang ingin maju melalui jalur independen harus berjumlah 140.000 KTP warga Surabaya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Aug 2020 20:42 WIB

PKB Beri Rekom Gus Ipul di Pilwali Pasuruan

Pilkada

PKB serahkan keputusan di Gus Ipul mau maju atau tidak

11 Aug 2020 20:36 WIB

Angka Kecelakaan Turun Selama Operasi Patuh Semeru 2020

Jawa Timur

Angka kecelakaan turun 48,19 persen.

11 Aug 2020 20:21 WIB

Pilbup Gresik Pilihan antara Ayem Tentrem atau Perubahan

Pilkada

Perang moto dalam pilbup Gresik mulai memanas.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...