Datangi Kontras, Ormas Bantah Lakukan Kekerasan ke AMP

06 Dec 2018 16:14 Surabaya

Sekitar 100-an massa ormas gabungan Surabaya mendatangai Kantor Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya di Jalan Lesti, Wonokromo, Surabaya, Kamis, 6 Desember 2018.

Salah satu perwakilan massa ormas, Bahrudin Muhdar mengatakan, kedatangannya ke kantor lembaga non pemerintah yang concern terhadap hak asasi manusia tersebut bermaksud ingin mengklarifikasi hasil konferensi pers Kontras pada Senin, 3 Desember 2018, lalu, yang tidak bisa diterima pihaknya.

"Kita meminta klarifikasi kontras terkait dengan pernyataan-pernyataan yang disampaikan pada saat konferensi pers di Kontras beberapa waktu lalu," kata Bahrudin Muhdar.

Bahruddin mengatakan, pernyataan tersebut yakni soal tuduhan pengacara aliansi mahasiswa papua (AMP) Veronica Koman, yang menyebut pihak ormas telah membawa bambu runcing, dan melakukan tindak kekerasan pada AMP, saat aksi Sabtu, 1 Desember 2018 lalu.

"Kami tidak membawa bambu runcing, dan tidak melakukan kekerasan kepada AMP," tegas dia.

Ormas, kata dia, juga hendak mengetahui sejauh mana sikap kebijakan hukum Kontras, sebagai lembaga yang memutuskan melakukan pendampingan kepada AMP.

"Kami juga ingin tahu sejauh mana teman-teman Kontras ini langkah hukum yang mereka lakukan selama ini, dan batasan-batasan hukum seperti apa, apakah hanya persoalan kemanusian, atau juga sampai dukungan terhadap kemerdekaan Papua," kata dia.

Sementara itu, Sekjen Federasi Kontras Andy Irfan menyambut baik kedatangan ormas tersebut. Pihaknya bersama perwakilan massa lalu menggelar mediasi.

"Kami terbuka dengan klarifikasi itu, kami terbuka, dan itu sikap (ormas) yang fair," kata dia.

Pantauan ngopibareng.id di lokasi, ormas yang memadati Kantor Kontras tersebut di antaranya diketahui berasal dari ormas FKPPI, Hipakad, Pemuda Pancasila, Patriot Garuda, Front Pembela Islam, dan Lascar Garuda Nusantara, dan beberapa lainnya.

 

Tak ada orasi atau teriakan apapun yang dilontarkan oleh personil ormas. Beberapa petugas kepolisian juga tampak melakukan penjagaan ketat di sekitar area tersebut. (frd)

Reporter/Penulis : Farid Rahman
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini