Datangi GP Ansor, Yorrys Klarifikasi Kabar Hoax Pembubaran Banser

27 Aug 2019 22:50 Politik

Politikus Golkar Yorrys Raweyai mendatangi Kantor Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa, 27 Agustus 2019.

Kedatangan Yorrys ini untuk memberi klarifikasi soal kabar hoax yang berisi tuntutan pembubaran Banser yang tersebar melalui media sosial.

Menurut Yorrys, kabar itu bermula saat dirinya menemani Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika berada di Sorong dan Manokwari.

"Pada saat itu, Pak Menteri Polhukam menyampaikan pesan dan harapan-harapan pemerintah terhadap dinamika situasi yang berkembang begitu cepat dari tanggal 16 Agustus sampai dengan kami tiba di sana. Kemudian ada dokumen yang disampaikan tertutup oleh Pak Wali Kota terhadap menteri, aspirasi yang berkembang pada tanggal 21 Agustus," kata Yorrys.

Yorris mengaku tidak pernah membacakan dokumen yang diserahkan tersebut. Dia juga tidak tidak tahu apa isi dokumen tersebut. "Jadi, bukan itu dibacakan di dalam pertemuan. Tidak ada sama sekali dan saya sendiri tidak tahu itu masalah," kata Yorrys.

Usai kegiatan itu, Yorrys menghadiri diskusi mengenai Papua di Jakarta. Menurut Yorrys, setelah acara diskusi ada pertanyaan yang diajukan kepadanya tentang isi tuntutan masyarakat Papua, yang menurut Yorrys, ditunjukkan kepadanya lewat WhatsApp oleh pihak yang bertanya.

"Setelah selesai ada teman-teman pers yang menunjukkan sama saya tentang tuntutan itu melalui WhatsApp. 'Apakah abang tahu atau abang dengar langsung ada pernyataan itu tidak?' Saya bilang, 'Saya dapat forward itu dan saya tidak membaca isinya apa'. Itu saja omongan saya," kata Yorrys.

Yorrys mengaku tidak mengetahui jika salah satu poin selebaran yang diteruskannya kepada orang-orang adalah tuntutan pembubaran Banser. Yorrys mengetahui isinya usai menjadi pemberitaan.

"Saya nggak tahu dan saya forward ke semua. Jadi, siapa saja dapat itu dan besoknya tiba-tiba muncul tagline di poin ketiga bahwa ada pembubaran Banser. Judul di atasnya bagus '7 tuntuntan masyarakat Sorong' pada tanggal 21 Agustus. Tetapi yang digarisbawahi mengenai poin ketiga meminta untuk pembubaran Banser," kata Yorrys. (wit/dtk)

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini