Unjuk rasa buruh menolak Omnibus Law. (Foto: Dok/Antara)

Dampak Positif Omnibus Law versi Pengamat

Nasional 12 March 2020 07:56 WIB

Pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo menilai Omnibus Law khususnya RUU Cipta Kerja harus dilihat dampaknya secara utuh dan jernih.

Wahyu menilai RUU Cipta Kerja memiliki banyak dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

“Kita harus memandangnya jernih, dampak positifnya apa. Apakah orang yang mendapatkan positifnya lebih banyak atau tidak. Kalau masih banyak orang yang mendapatkan dampak positifnya sebaiknya kebijakan ini diambil saja,” kata Wahyu seperti dikutip dari Antara, Kamis, 12 Maret 2020.

Wahyu memandang RUU Cipta Kerja bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang saat ini stagnan jalan di tempat.

“Dalam rancangan itu kan prinsipnya untuk mendorong investasi. Kalau saya baca draftnya, Pemerintah berkeinginan untuk meningkatkan investasi, makanya kemudian tujuannya adalah menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Wahyu.

Wahyu berharap bagi pihak-pihak yang menolak agar berdialog dengan Pemerintah.

Wahyu mengatakan suatu kebijakan tentunya tidak dapat menyenangkan semua pihak. Dengan dialog diharapkan bisa mencari jalan tengah demi kepentingan bangsa dan negara.

“Apa yang menjadi keberatan itu kan bisa didiskusikan karena ini kan masih RUU, tentunya itu dijadikan masukan dulu saja, yakinkan Pemerintah bahwa memang itu memberikan dampak yang tidak baik bagi satu atau dua kelompok orang sehingga kemudian ini bisa diakomodir,” kata Wahyu.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan mengaku terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak terkait RUU Cipta Kerja.

Menurutnya, sepanjang belum disahkan menjadi undang-undang, masyarakat dapat menyampaikan kritik maupun saran.

Pemerintah bersama DPR RI saat ini tengah menggodok Omnibus Law RUU Cipta Kerja. RUU ini akan menyederhanakan 74 UU. Oleh berbagai pengamat ekonomi, UU ini  diyakini bisa mengatasi masalah tumpang tindihnya regulasi perizinan yang selama ini menghambat masuknya investasi di Indonesia.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Aug 2020 14:04 WIB

Disaksikan Presiden Penyuntikan Perdana Uji Klinis Vaksin Covid-1

Nasional

Kerjasama dengan Sinovac asal China.

11 Aug 2020 13:38 WIB

Fakta Sel Kanker yang Harus Anda Ketahui

RS Adi Husada

Fakta Sel Kanker yang Harus Anda Ketahui

11 Aug 2020 13:27 WIB

Perlu Revitalisasi Karakter Ajaran Kiai Dahlan, Wasiat Kader NA

Khazanah

Pesan khusus Tokoh perempuan Muhammadiyah, Chamamah Soeratno

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...