Sampah botol plastik dari penumpang Suroboyo Bus. (foto: ngopibareng)
Sampah botol plastik dari penumpang Suroboyo Bus. (foto: ngopibareng)

Pemkot Bingung Mau Diapakan Botol Plastik dari Penumpang Bus Suroboyo

Ngopibareng.id Surabaya 17 July 2018 12:50 WIB

Ketentuan bayar pakai botol plastik saat naik Suroboyo Bus, ternyata mendapat respon yang positif dari warga Surabaya. Tak hanya dilihat dari sisi jumlah penumpang yang berhasil diangkut oleh Suroboyo Bus, yang mencapai dua ribu orang per hari, tapi juga jumlah botol plastik yang berhasil dikumpulkan.

Jumlah ini akan mengalami lonjakan jika memasuki libur sekolah. Maklum banyak warga yang memanfaatkan Suroboyo Bus untuk rekreasi keliling Kota Surabaya.

Irwan Mulyana salah satu petugas Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Irwan Mulyana mengatakan, rata-rata setiap hari, DKRTH berhasil mengumpulkan botol plastik dari penumpang Suroboyo Bus seberat antara  1,3 kuintal hingga 1,5 kuintal.

"Jujur saja, sekarang ini kita kewalahan dengan sampah plastik dari Suroboyo Bus, karena bisa mencapai 1,3 kuintal di hari biasa dan 1,5 kuintal di Sabtu dan Minggu," ujar Irwan.

Untuk mengelola botol-botol plastik ini, DKRTH, membagi jam kerja menjadi dua shift kerja, yaitu pagi dan sore. Botol-botol plastik ini dikumpulkan dulu untuk kemudian dimasukan dalam karung.

“Dalam satu angkutan bisa sampai 10-11 karung besar. Dan yang sudah diangkut botol-botol tersebut sudah dalam keadaan bersih. Karena yang diangkut harus dalam keadaan bersih, memakan waktu yang cukup lama untuk membersihkan,” ujar dia.

Botol-botol yang sudah dimasukan dalam karung itu, kemudian dibawa ke pemanfaatan sampah di Bratang. Sampai di sana, untuk sementara botol-botol ini masih dikumpulkan begitu saja, belum ada pengolahan lanjutan.

"Ini nanti dikelola di pemanfaatan sampah di Bratang. Sampai sekarang kami sedang kewalahan. Sementara ditampung dulu, setelah ada kebijakan baru dan nantinya akan disesuaikan kembali pemanfaatannya," ujarnya. (hrs)

Penulis : Haris Dwi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Mar 2021 16:44 WIB

Pakar Statistik ITS Kresnayana Yahya Meninggal Dunia

Surabaya

Pakar statistik ITS, Kresnayana Yahya meninggal dunia

05 Mar 2021 16:32 WIB

Deja Vu:  PDI Tahun 1996 dan Partai Demokrat Hari Ini

Catatan M. Anis

Deja Vu:  PDI Tahun 1996 dan Partai Demokrat hari ini.

05 Mar 2021 16:30 WIB

Korban Fetish Gilang Nilai Vonis Hakim Terlalu Ringan

Surabaya

Korban Gilang mengaku tidak puas atas putusan hakim.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...