Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini bersama Ustad Yusuf Mansur di PBNU Jakarta. (Foto: nu for ngopibareng.id)

Dakwah di Masjid Perkotaan, Tekad Yusuf Mansur Usai Sowan PBNU

Khazanah 20 June 2019 01:55 WIB

Juru dakwah Jam’an Nurkhatib Mansur atau dikenal Ustadz Yusuf Mansur (YM) merasa dirinya lahir dari keluarga NU memiliki komitmen yang kuat menjaga nilai-nilai kebangsaan dan kebinekaan. Sehingga menurutnya, sudah saatnya Islam yang dibawa NU jaya di semua bidang.

Ia mengatakan, sebagai seorang santri dirinya tidak asing dengan NU, bahkan tahu banyak mengenai NU terutama NU di kawasan Betawi. Makanya, ia siap ikut serta mengembangkan Nahdlatul Ulama terutama dalam hal usaha dan dakwah.

“Jangan tanya ke-NU-an saya, madrasah pertama di Jakarta itu madrasah kita pak, Madrasah Al-Mansuriah, papannya saja masih ada, masih original. Yang bawa NU ke Jakarta 'kan kakek saya,” ucap Yusuf Mansur, dikutip ngopibareng.id, Rabu 19 Juni 2019.

“Jangan tanya ke-NU-an saya, madrasah pertama di Jakarta itu madrasah kita pak, Madrasah Al-Mansuriah, papannya saja masih ada, masih original. Yang bawa NU ke Jakarta 'kan kakek saya,” ucap Yusuf Mansur.
Ustad Yusuf Mansur saat di PBNU Jakarta Foto nu for ngopibarengidUstad Yusuf Mansur saat di PBNU, Jakarta. (Foto: nu for ngopibareng.id)

Ustad Yusuf Mansur sowan kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa 18 Juni 2019. Pertemuan sengaja digelar sebagai bentuk takzim seorang santri kepada kiai sekaligus dalam rangka Halal bi Halal pasca Idul Fitri 1440 H.

Cucu KH Muhammad Mansur ini menginginkan agar NU terus memperkuat perannya di masyarakat terutama dalam bidang dakwah. Selama ini, kata Yusuf Mansur, NU konsentrasi di Pondok Pesantren dan pedesaan, sementara masjid-masjid di perkotaan terabaikan.

“NU 'kan bisa ke kiri bisa ke kanan, warga NU sudah saatnya lebih memasifkan lagi perannya. Untuk menjadi penarik yang wasathiyah, yang tengah, ini kenyataan. Bahwa halaqah di Perkotaan ini gak diambil sama NU,” tutur Ustad Yusuf Mansur, seusai pertemuan dengan Kiai Said.

Seperti diketahui, Yusuf Mansur merupakan tokoh agama asal Jakarta, pendakwah yang sudah memiliki banyak usahanya itu adalah putra dari Abdurrahman Mimbar dan Humrifíah.

Sejak kecil, Yusuf Mansur tergolong anak yang cerdas, itu tampak dari kemampuannya menangkap pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Chairiyah Mansuriyah Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat.

Madrasah itu merupakan madrasah yang didirikan oleh kakek buyutnya, KH Muhammad Mansur, yang dikenal dengan panggilan Guru Mansur. Kini madrasah tersebut dikelola kakak orangtuanya, KH Ahmadi Muhammad.

Kendati sudah menjadi tokoh Nasional yang cukup dikenal masyarakat Indonesia, Yusuf Mansur tetap tawadhu dan takzim terhadap guru-gurunya. Baik guru-guru Ibtidaiyah maupun Tsanawiyah. (adi/nuo)

Sejak kecil, Yusuf Mansur tergolong anak yang cerdas, itu tampak dari kemampuannya menangkap pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Chairiyah Mansuriyah Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Apr 2020 20:40 WIB

Jenazah Covid-19 Ditolak Warga, Ketum NU Bagikan Cara Pemakaman

Nasional

Ketua Umum Tanfidiyah PBNU KH Aqil Siroj menyesalkan penolakan itu.

02 Apr 2020 11:15 WIB

Darurat Kesehatan, As'ad Said Ali: Dua Masalah Besar Menghadang

Politik

Apresiasi kebijakan Pemerintah terhadap Covid-19

01 Apr 2020 17:03 WIB

PBNU: Jangan Persulit Pemakaman Jenazah Korban Covid-19

Nasional

Pemakaman jenazah korban virus corona di beberapa daearah ditolak.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.