Koordinator Satgas Penanganan Covid-19, Dr. Joni Wahyuhadi. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)
Koordinator Satgas Penanganan Covid-19, Dr. Joni Wahyuhadi. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)

Covid-19 Jatim Memburuk, BOR Rumah Sakit Meningkat

Ngopibareng.id Rek, Ojok Angel Tuturane 27 November 2020 17:16 WIB

Kasus virus corona atau Covid-19 di Jawa Timur kembali memburuk setelah beberapa bulan berhasil ditekan oleh seluruh pihak. Dalam seminggu terakhir terjadi penambahan kasus yang cukup tinggi dalam update kasus harian.

Meningkatnya kasus tersebut membuat rumah sakit kembali mendapat beban cukup tinggi untuk bisa menyelamatkan manusia. Koordinator Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, Dr. Joni Wahyuhadi menyampaikan, saat ini di tempat kerjanya di RSUD Dr. Soetomo Surabaya angka bed occupancy rate (BOR) sudah meningkat.

Sebagai informasi, Bed Occupancy Ratio (BOR) merupakan angka yang menunjukkan persentase penggunaan tempat tidur (TT) di unit rawat inap (bangsal).

“BOR Soetomo sekarang meningkat biasanya 30-40 persen (60-70 pasien) sekarang naik jadi 90-100 pasien yang dirawat. Paling banyak dirawat berat dan kritis sehingga yang BOR-nya lebih dari 60 persen adalah ruang intensif care kita karena Soetomo memang khusus gejala berat,” ungkap Joni ketika ditemui di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat 27 November 2020.

Tak hanya di RSUD Dr. Soetomo saja, Joni menyebut, peningkatan BOR ini terjadi pula di RS Lapangan Kogabwilhan II Indrapura yang kini terjadi peningkatan pasien mencapai 400 persen. Dari yang biasanya 60-an pasien, kini sudah lebih dari 250 pasien dirawat.

Menurut Joni, saat ini tim Satgas Covid-19 Jatim bersama dengan pengelola rumah sakit rujukan didampingi oleh tim dari Kementerian Kesehatan terus melakukan evaluasi mencari penyebab meningkatkan kasus.

“Kita mencari rentetan kenapa pasien covid jadi berat, jadi meninggal, dari itu kita lakukan langkah pencegahan,” katanya.

Joni menambahkan, ada metode yang sebenarnya bisa dilakukan seperti pengalaman dalam penanganan pandemi Flu Spanyol 100 tahun lalu dengan penggunaan masker dalam setiap aktifitas.

“Maka harus kita cegah dengan protokol kesehatan. Penggunaan masker itu mutlak karena dikatakan kalau pakai masker penularannya hanya 1,5 persen apabila ditambah jaga jarak maka bisa dihentikan,” pungkasnya.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Jan 2021 17:22 WIB

Pak Tjuk Sukiadi Telah Meninggalkan Kita Semua

Tokoh

Telah meninggal dunia hari ini Tjuk Kasturi Sukiadi.

16 Jan 2021 17:20 WIB

Mayat Pria Mengambang di Bawah Jembatan Suramadu

Surabaya

Belum diketahui identitasnya.

16 Jan 2021 17:01 WIB

Lima Hari PPKM, Satpol-PP Kota Malang Sanksi 25 Tempat Usaha

Jawa Timur

Jika masih melanggar berulang kali bisa dikenakan sanksi pidana.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...