Suasana di Arab Saudi di masa pandemi Covid-19. (Foto: Istimewa)

Corona Mengapa Bahaya, Bukan Sekadar Flu Biasa?

Khazanah 15 July 2020 07:04 WIB

Ustadz Ma'ruf Khozin, Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur, mengingatkan, setiap Muslim untuk selalu bersikap waspada dan menjaga keselamatan jiwanya.

Pengasuh pesantren Aswaja Sukolilo Surabaya ini pun memberikan pesan di masa-masa pandemi Covid-19, setiap Muslim menaati protokol kesehatan. Berikut penjelasan lengkapnya:


Penyakit dikatakan wabah jika penularan cepat, mudah dan menimbulkan kematian yang banyak dalam waktu singkat.


Penularan Corona atau Covid 19 melalui percikan ludah, micro droplet, bahkan penelitian terakhir virus bisa bertahan di udara melayang dalam jarak 8 meter. Virus tidak mudah mati karena matahari atau hawa panas dan mampu bertahan hidup di permukaan plastik dan kayu berjam-jam.


Karena itu semua orang diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan sesering mungkin, tidak menyentuh orang lain dan tidak menyentuh hidung dan mulut sendiri.


Jika tidak sebahaya itu tentunya Arab Saudi tidak menutup Mekah dan Madinah yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama setelah harga minyak turun drastis. Selain Saudi, negara Islam lainnya seperti Qatar, Dubai, Oman, Syiria, Iran dan Iraq juga memberlakukan penutupan. Sebagaimana sabda Rasulullah saw jika terjadi suatu wabah, jangan memasuki daerah itu dan jangan keluar dari daerah asal.

Sunatullah jika dilanggar akan menimbulkan konsekuensi serius. Jika kita mengidap virus tersebut, dan tanpa gejala, bisa menjadi sumber penularan pada orang lain. Dan orang lain yang sistem imun atau sistem kekebalan tubuhnya rendah akan jatuh sakit, tidak dapat bekerja hingga meninggal, karena kita sebagai sebab penularan. Keluarga mereka akan kehilangan tulang punggung pencari nafkah.

Apakah kita tidak akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah swt atas keteledoran yang mencelakakan orang lain? Sementara peringatan dari pemerintah dan semua ulama di seluruh dunia sudah disampaikan selain tidak kurang pula para ahli kesehatan yang memang berkompeten telah memberi pengetahuan dan merawat dengan taruhan nyawa.

Kurang lebihnya mohon maaf, semoga kita tidak menjadi orang yang mendzalimi orang lain.

‎لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Wassalamu’alaykum wr wb,

Dr. SasQa SasQa (Dokter Spesialis Jantung)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Sep 2020 18:20 WIB

Wapres Bicara Soal K-Pop

Nasional

Wapres Ma'ruf Amin berharap K-Pop mendorong anak-anak muda Indonesia

20 Sep 2020 18:16 WIB

Satpol PP Pemkab Banyumas Dilarang Pakai Masker Scuba

Nasional

Dilarang pakai masker scuba di lingkungan Satpol PP Pemkab Banyumas.

20 Sep 2020 18:09 WIB

Mendikbud: Sejarah Adalah Tulang Punggung Identitas Bangsa

Nasional

Mendikbud pelajaran sejarah akan dihapuskan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...