Cookies Anti Diabet Inovasi Mahasiswa Unusa

14 Apr 2019 13:58 Unusa Gateway

Berawal dari keinginan membuat makanan ringan yang bebas gula dengan rasa nikmat. Lima orang mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membuat inovasi kue kering atau cookies anti diabet.

Mereka adalah Kholifatul Kamila, I Dewa Ayu Nike Kusnia, Rizqi Tri Tusamma Salsabila, Nur Indah Kamaliyah, dan Nur Naili Fahira yang tergabung dalam satu tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unusa.

Koordinator tim, Kholifatul Kamila mengungkapkan bahan yang digunakan untuk membuat cookies anti diabet adalah tepung sagu, daun kelor, biji nangka, dan labu. "Bahan tersebut kami jadikan adonan, setelah daun kelor dan biji nangka kami tumbuk sampai halus, lalu kami jadikan adonan. Setelah menjadi adonan baru kami beri rasa sesuai varian yaitu original, coklat serta kayu manis," ujarnya sambil memperlihatkan hasil karya timnya di Tower Lantai 9 Unusa, Jalan Jemursari Surabaya.

Jenis gula yang digunakan sebagai bahan cookie dengan tiga varian rasa yakni original, kayu manis, dan coklat ini, menggunakan gula aren bukan gula pasir. Sebab, gula aren dapat mengkontrol gula darah dalam tubuh.

"Kalau kadar gula dalam tubuh tinggi gula aren dapat menekannya menjadi normal. Tapi kalau gula darah dalam tubuh normal gula akan menjagannya tetap normal," jelas Kholifatul.

Daun kelor juga dimanfaatkan Kholifatul dkk sebagai bahan campuran kue. "Daun kelor memiliki manfaat menurunkan glukosa dalam tubuh dan melancarkan pencernaan," ujarnya.

Cookies ini bisa menjadi pilihan untuk makanan ringan bagi orang yang sedang diet. Karena tidak adanya kandungan yang dapat membuat kadar gula meningkat dan rasanya tetap nikmat.

"Untuk orang yang diet juga bisa, sebab makanan ini dibuat dari bahan-bahan yang aman serta tidak membuat gula darah naik. Penderita diabetes di Indonesia masih tinggi. Kalau dulu biasanya usia lanjut yang menderita diabetes, sekarang anak-anak juga bisa menderita diabetes. salah satunya karena pola makan, untuk itu kami luncurkan camilan ini untuk alternatif," pungkas Kholifatul. (pita)

Reporter/Penulis : Pita Sari
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini