Makan Sepuasnya dengan Menu Tradisional Jawa dan Bali

22 Jan 2019 09:11 Coffee & Resto

Indonesia terkenal sebagai negara penghasil rempah yang melimpah, tak heran Indonesia memiliki berbagai macam menu masakan dengan cita rasa rempah yang menempel di lidah.

Untuk itu, Hotel Ibis Surabaya City Center, Jalan Basuki Rahmat 94-96, menghadirkan cita rasa menu tradisional Jawa dan Bali dalam paket makan sepuasnya (All You Can Eat) 'Tradisional Taste Buffet Dinner'.

Diar Listya, Executive Secretary Hotel Ibis Surabaya City Center mengatakan, alasan dipilihnya menu makanan tradisional, ingin mempertahankan cita rasa makanan Indonesia ditengah gempuran makanan fast food (cepat saji).

"Kita lihat beberapa waktu ini, makanan Indonesia selalu yang cepat habis saat disajikan, lalu kita berfikir kenapa tidak kita buat khusus saja. Selain itu orang-orang sekarang juga sudah banyak yang bosan dengan fast food jadi ini mungkin bisa menjadi alternatifnya," ungkap Diar Listya.

Paket makanan ini hanya tersedia pada Kamis dan Jumat, pukul 18.00-21.00 WIB sepanjang bulan Januari hingga Februari mendatang. Ada sebanyak 15 menu yang disajikan.

"Kita coba dulu dua bulan ini, dengan menu Jawa dan Bali, nanti kita liat respon pengunjung bagaimana," kata Diar Listya.

Tum Ayam Khas Bali Foto Pitangopibarengid
Tum Ayam Khas Bali. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Executive Chef Ibis Surabaya City Center, Rio Budi Cahyono menjelaskan, beberapa menu yang disajikan antara lain sate lilit, tum ayam, tahu campur, gudeg Jogja, ayam betutu, gado-gado, krecek serta dilengkapi dengan aneka dessert seperti klepon, bubur ketan serta dawet. 

 

"Ini yang kita hadirkan menu-menu dari Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur dulu, kedepannya mungkin bisa ganti lagi tergantung respon dari pengunjung," tutur Rio Budi Cahyono kepada wartawan.

 

Selain menjelaskan menu makanan,  Rio Budi Cahyono, juga menceritakan bagaimana proses membuatan makanannya, salah satunya tum ayam khas Bali, yang memakan waktu masak paling lama dibanding masakan lainnya. 

 

"Tum Ayam yang paling lama masaknya, kita cincang ayam dulu lalu kita bumbuin, setelah itu kita oven sekitar 5 menit dan kita steam selama 10-20 menit," jelas Rio Budi Cahyono.

 

Tum ayam sendiri memiliki penampilan seperti pepes, serta mengunakan daun pisang sebagai pembungkus. Didalamnya tak tanya berisi daging ayam cincang juga ada tahu dan tempe yang dipadukan bumbu khas bali, tum ayam memiliki cita rasa gurih dan pedas saat dimasukan kedalam mulut yang menyatu bersama daging ayam, tempe dan tahu. (pts)

Penulis : Pita Sari
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini