Wakil Rais PCNU Jombang Kiai Kholiq Hasan bersama Rais Am PBNU KH Miftachul Akhyar. (Foto: dok/ngopibareng.id)

Cinta Tanah Air Selaras Ajaran Nabi, Kata Kiai Kholiq Hasan

Islam Sehari-hari 21 August 2019 02:29 WIB

KH Abdul Kholiq Hasan Al-Hafidz mengatakan, cinta tanah air adalah ajaran Nabi Muhammad yang sudah dicontohkan ketika masa kenabiannya.

Peristiwa yang mengisahkan Rasulullah begitu sangat mencintai tanah airnya terekam saat Rasulullah SAW hendak meninggalkan Kota Makkah yang tak lain tanah kelahirannya. Dari atas bukit sambil meneteskan air mata cinta, Nabi Muhammad mengungkapkan pujian dan rasa cintanya pada Makkah.

ما أطيبك من بلدة وأحبك إلي ولولا ان قومي
أخرجوني منك ما سكنت غيرك

"Santri jangan lupa dengan dawuh atau perkataan Hubbul Wathan Minal Iman," kata Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang.

Dikatakan, seorang pelajar atau santri tak boleh berhenti mendoakan negerinya tercinta. Sebagai negara, Indonesia menyimpan begitu banyak darah, tulang dan keringat para pejuang kemerdekaan Indonesia dari penjajah.

Mereka yang belum sempat menikmati hasil perjuangan akan merasa sedih bila generasi penerus tidak merawat baik Indonesia. Cara terbaik mengisi kemerdekaan yaitu dengan terus berusaha mewujudkan Indonesia yang adil, kreatif dan makmur salah satunya lewat pendidikan.

Rektor Institut Agama Islam (IAI) Bani Fattah Tambakberas ini menambahkan bahwa ukuran keimanan seseorang bukan hanya dilihat dari shalatnya, puasanya, dan zakatnya saja. Namun juga diukur dari seberapa ia mencintai negeri tumpah darah kelahirannya, mencintai benderanya, dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Mencintai bendera itu wujud cinta Indonesia. Ulama kita tidak mempermasalahkan hal ini," ungkap Kiai Kholiq, saat mengisi pengajian Al-Hikam di Pesantren Al-Amanah Bahrul Ulum Jombang, Jawa Timur, Minggu 18 Agustus 2019.

Ia menjelaskan, cinta kepada sesuatu harus ditunjukkan. Begitu juga cinta kepada Republik Indonesia. Menunjukkan bisa dengan cara mengibarkan bendera merah putih di depan rumah, menjadi panitia perayaan 17-an, atau juga bisa lewat video ucapan HUT ke-74 Republik Indonesia.

"Santri perlu mengadakan upacara bendera setiap 17 Agustus sebagai bukti cinta. Di Pesantren Al-Amanah juga diharuskan untuk upacara bendera kemarin," tegasnya.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Sep 2020 06:23 WIB

Tantangan bagi Muhammmadiyah Cukup Berat, Kata Haedar Nashir

Khazanah

Perlu mujahadah bersistem dari seluruh anggota Persyarikatan

24 Sep 2020 12:25 WIB

Bukan Kehebatan Pemimpinnya, Ini Rahasia Muhammadiyah

Khazanah

Haedar Nashir: Bermuhammadiyah harus ikuti koridor organisasi

23 Sep 2020 06:19 WIB

Doa Mempermudah Rezeki Datang, dari Habib Umar bin Hafidz

Islam Sehari-hari

Sesuai diajarkan Nabi Muhammad Saw kepada Imam Hasan bin Ali

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...