China menemukan aplikasi pendeteksi virus corona. (Foto: bbc.com)

China Temukan Aplikasi Pendeteksi Corona

Internasional 12 February 2020 07:44 WIB

China meluncurkan aplikasi yang memungkinkan orang memeriksa apakah mereka berisiko terkena virus corona. Dilansir dari bbc.com, berikut penjelasannya.

Aplikasi Pendeteksi Kontak Dekat

'Pendeteksi kontak dekat' memberi tahu pengguna jika mereka berada di dekat seseorang yang telah dikonfirmasi atau diduga memiliki virus. Orang yang diidentifikasi berisiko, disarankan untuk tetap tinggal di rumah dan menginformasikan ke dinas kesehatan setempat.

Teknologi ini berfokus pada pengawasan ketat pemerintah Cina terhadap penduduknya.

Untuk melakukan penyelidikan, pengguna memindai kode Respons Cepat (QR) pada telepon pintar mereka. Teknologi yang telah digunakan seperti pada aplikasi pembayaran Alipay atau platform media sosial Wechat.

Cek Status Lewat Ponsel

Setelah aplikasi baru terdaftar dengan nomor telepon, pengguna diminta untuk memasukkan nama dan nomor ID mereka. Setiap nomor telepon yang terdaftar, kemudian dapat digunakan untuk memeriksa status hingga tiga nomor ID.

Pemerintah China mendefinisikan 'kontak dekat' sebagai sesuatu yang didekati, dengan tanpa perlindungan yang efektif, terkonfirmasi, dicurigai atau kasus-kasus ringan dari virus corona ketika orang tersebut sakit, bahkan jika mereka tidak menunjukkan gejala pada saat itu.

Kriteria Kontak Dekat

Orang yang bekerja secara dekat bersama, pergi ke kelas yang sama atau tinggal di rumah yang sama.

Staf kesehatan, anggota keluarga atau orang lain yang telah melakukan kontak dekat dengan pasien dan pengasuh mereka. Peserta dengan kru yang telah berada pada pesawat, kereta atau bentuk lain dari transportasi dengan orang yang telah terinfeksi.

Semua penumpang yang berada pada baris tempat duduk yang sama dengan orang yang terinfeksi. Sama halnya dengan staf kabin, yang telah melakukan kontak dekat dengan penumpang lain yang telah terekam memiliki kontak dekat secara umum.

Ketika berada dalam kereta api yang ber-AC, semua penumpang dan anggota kru berada di gerbong yang sama. Ini dianggap sebagai kontak dekat.

Polemik Privasi Data 

Diketahui pemerintah China telah melakukan pengawasan tingkat tinggi terhadap warganya. Selain itu, para ahli di lapangan menyarankan, dalam kasus ini, setidaknya tidak akan dipandang sebagai kontroversial di dalam negeri.

Pengacara teknologi yang berbasis di Hong Kong, di firma hukum DLA Piper Carolyn Bigg, mengatakan kepada BBC, "Di China, dan di seluruh Asia, data tidak dilihat sebagai sesuatu yang harus dikunci. Namun, itu adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan. Asalkan, dilakukan secara transparan dengan persetujuan digunakan seperlunya"

"Dari perspektif China, ini merupakan layanan yang sangat berguna bagi orang-orang. Ini adalah alat sangat manjur yang dapat menunjukkan kekuatan data bisa digunakan untuk kebaikan," tambahnya.

Penulis : Rizqi Mutqiyyah

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Apr 2020 18:30 WIB

Ini Alasan Messi Menolak Pegang Bola di Menit Awal

Liga Spanyol

Hal ini yang membantu Messi tampil baik di banyak laga bersama Barcelona

06 Apr 2020 18:16 WIB

Peduli Corona, Produksi Bilik Disinfektan dan APD

Feature

Pandemi corona membuat banyak orang melakukan aksi sosial.

06 Apr 2020 18:09 WIB

Dokter Naek Tobing Meninggal Karena Corona

Tokoh

Pakar seksologi dokter Naek Tobing meninggal karena corona.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.