Riswan, mahasiswa manajemen UNUSA yang telah memiliki rencana untuk membuka bisnis dibidang jasa, sebelum ia lulus kuliah.

Cerita Riswan, Mahasiswa Manajemen UNUSA yang Ingin Jadi Pengusaha Islami

23 May 2018 18:28

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Pada umumnya mahasiswa kuliah di perguruan tinggi dengan tujuan setelah lulus menjadi pegawai negeri atau karyawan swasta. Namun seiring dengan terbatasnya lapangan kerja dan sulitnya mencari lowongan kerja maka timbul kesadaran dan motivasi ingin menjadi pekerja mandiri atau pengusaha. Mereka tidak berminat kerja ikut orang lain tapi ingin membuka usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Tujuannya kuliah mencari ilmu untuk bekal menjalankan usaha bisnisnya kelak.

Fenomena perubahan ini ditangkap dengan cerdas oleh Jurusan Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Walau belum lama berdiri tapi pantas diacungi jempol lantaran punya komitmen ingin melahirkan pengusaha yang rahmatan lil alamien. Pola pikir dirubah orientasinya. Dari yang cenderung menjadi calon pencari kerja menjadi pribadi-pribadi tangguh yang tertantang membuka lapangan kerja.

Oleh karena itu tidak mengherankan pola pikir yang dimiliki oleh mahasiswanya sudah berorientasi bisnis sejak semester dua. Itu artinya barusan setahun kuliah di UNUSA telah memiliki motif dan spirit kewirausahaan. Keseriusan dan kesiapan Jurusan Manajemen UNUSA dalam menyiapkan bibit-bibit pengusaha yang tangguh dapat disimak dari penuturan Mohammad Riswanto, mahasiswa semester dua Jurusan Manajemen UNUSA yang menceritakan pengalamannya sejak dari awal pendaftaran sampai mengikuti proses perkuliahan di UNUSA.

Mahasiswa asal Pamekasan, Madura ini menceritakan awal mula ia memilih kuliah di UNUSA. Niatnya ingin menimba ilmu dan menempa diri untuk bisa mewujudkan cita-citanya sebagai pengusaha Islami.

"Saya itu punya cita-cita ingin jadi pengusaha makanya saya cari kampus yang punya jurusan manajemen bagus di Surabaya. Suatu ketika saya lihat baliho UNUSA lalu saya browsing di internet mendalami informasi UNUSA. Setelah itu kok dalam hati merasa cocok jika kuliah di sini, " kata Riswan sapaan akrab Mohammad Riswanto.

Selanjutnya Riswan datang langsung ke UNUSA untuk menggali informasi yang lebih mendalam lagi. "Waktu itu saya langsung ke Kampus A untuk menanyakan UNUSA lebih dalam. Saya tanya dibagian pendaftaran bagaimana kuliah manajemen itu, berapa biayanya, dan bagaimana cara mendaftarnya," katanya.

"Kebetulan latar belakang keluarga dan lingkungan daerah asal saya sangat kental NU-nya. Jadi UNUSA sebagai kampus NU cocok dengan jati diri keagamaan saya. Apalagi setelah tahu kalau SPP nya terjangkau saya jadi mantap kuliah di UNUSA," tambahnya sambil ketawa. 

Menurutnya ada hal yang membuatnya jadi merasa lebih mantap lagi kuliah di UNUSA, yaitu pembelajaran khusus teori dan praktek untuk menjadi wirausaha yang Islami.

"Saya betul-betul merasa mantap kuliah di UNUSA saat bagian informasi pendaftaran menjelaskan bahwa di Manajemen UNUSA itu ada kuliah pembelajaran khusus tentang kewirausahaan," tambahnya. 

 

Dosen Pengalaman Praktisi

Kebenaran informasi tersebut kemudian terbukti ketika dia sudah mengikuti perkuliahan di UNUSA. Hal itu membuat Riswan mengaku merasa sangat bersyukur bisa berkuliah di Manajemen UNUSA. "Alhamdulillah UNUSA sesuai ekspektasi saya dan tidak mengecewakan. Dosen-dosen manajemen itu mantap-mantap. Banyak yang mantan pebisnis dan  mantan manajer perusahaan. Jadi disini dinamikanya seperti belajar secara langsung kepada praktisinya," katanya.

"Suasana belajarnya itu serasa bagai masuk dalam dunianya beliau ketika masih menjadi manajer. Rasanya jadi seru. Kita dapatkan banyak pelajaran berdasar pengalaman dosen ketika masih kerja di perusahaan bertaraf level nasional," tambahnya. 

Riswan memberikan contoh salah satu dosen favoritnya, yaitu Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Yusak Anshori, M.M yang juga menjadi General Manager di Surabaya Plaza Hotel. "Contohnya Pak Yusak, beliau pernah membagikan pengalamannya ketika ia merintis Nasi Goreng Jancuk. Salah satu bisnis kuliner yang terkenal di Surabaya. Jadi memang dosen-dosennya punya  basic kuat dibidang teori ekonomi dan praktek bisnis. Ternyata saya memang tidak salah pilih kampus," kata mahasiswa yang sangat menyukai mata kuliah pengantar bisnis ini. 

 

Kegiatan Kewirausahaan

Kopma UNUSA telah bekerja sama dengan Tapp Market, aplikasi untuk membeli dan menjual produk dengan mudah secara online.

Selain itu ia juga menceritakan jika kuliah di Manajemen UNUSA didukung dengan kegiatan-kegiatan kewirausahaan yang melatih skill dalam berwirausaha, meskipun saat ini ia belum memiliki usaha. 

"Kegiatan banyak. Salah satunya saya bergabung dengan Kopma dan barusan saja saya dilantik jadi Ketua dua di Koperasi Mahasiswa (Kopma). Melalui Kopma ini saya belajar mempraktekan teori yang saya dapat di ruang kuliah dalam mengelola bisnis. Salah satu yang saya praktekkan yaitu mata kuliah perilaku organisasi. Ini saya terapkan untuk mengelola sumber daya manusia yang ada di Kopma," katanya. 

Riswan sudah punya rencana akan memulai terjun ke bisnis sebelum lulus kuliah. Namun untuk saat ini masih ingin fokus dulu membesarkan Kopma UNUSA sambil pelan-pelan mengumpulkan modal. 

"Saya sudah punya rencana membuka usaha di bidang jasa. Di sekitar rumah saya banyak yang cari cucian motor.  Kayaknya karena banyak permintaan maka saya mau buka usaha jasa pencucian motor. Tapi sekarang mau fokus di Kopma dulu sambil ngumpulin modal," katanya.

 

Dukungan Kurikulum dan Fasilitas

Komitmen UNUSA untuk bisa melahirkan wirausahawan Muslim yang tangguh dibuktikan dengan langkah nyata. Diantaranya  dibidang akademik disiapkan mata kuliah khusus Kewirausahaan. Ketua Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Riyan Sisiawan Putra, SE, MSM mengatakan ada tiga lapis mata kuliah khusus Kewirausahaan yang akan diajarkan kepada mahasiswa Jurusan Manajemen UNUSA, yaitu Kewirausahaan Dasar, Kewirausahaan Lanjutan Satu, dan Kewirausahaan Lanjutan Dua.

"Melalui mata kuliah Kewirausahaan Dasar mahasiswa disiapkan agar mampu membuat perencanaan usaha atau bisnis plan. Melalui Kewirausahaan Lanjutan Satu diharapkan agar mahasiswa sudah bisa membimbing UKM. Sedangkan dengan materi Kewirausahaan Lanjutan Dua mereka ditargetkan sudah mendirikan lembaga usahanya sendiri," jelasnya.

Humazk, salah satu produk dari mahasiswa UNUSA yang ada di enPlus. Produk masker yang terbuat dari bahan alami seperti beras dan oat yang kemudain ditambah coklat/greentea/susu/kopi, sehingga menyehatkan wajah penggunanya.

Dalam tataran praktisnya, Jurusan Manajemen UNUSA mempunyai program yang disebut dengan enPlus atau Entrepenuer Plus. Program ini dirancang untuk melahirkan entrepreneur yang rahmatan lil alamin dengan cara  membentuk komunitas pengusaha mahasiswa.

Mahasiswa peminat kewirausahaan diorganisir dalam komunitas tersebut. Bagi mahasiswa yang telah memiliki usaha dapat berjualan produknya di toko online yang bisa diakses di enplus.unusa.ac.id. Komunitas ini juga secara berkala mengadakan event-event pameran bersama yang dilombakan. Melalui cara demikian terbentuk jaringan pemasaran komunitas pengusaha di kalangan mahasiswa UNUSA. Mereka dapat menjalin sinergi usaha, berbagi ilmu dan informasi pasar, serta saling support satu sama lain.

Dengan segala keseriusannya ini maka tidak perlu diragukan lagi komitmen UNUSA terhadap usaha pengembangan spirit Kewirausahaan dan tumbuh kembangnya bibit-bibit pengusaha muda. Sudah selayaknya Jurusan Manajemen UNUSA menjadi pilihan tepat bagi anak muda jaman now yang merasa tertantang menjadi pengusaha Muslim tangguh dan mandiri. (adv/frs)