'CELUP' Bikin Geger, UPN Jatim Minta Maaf

28 Dec 2017 23:25 Surabaya

Gerakan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, CELUP, (cekrek, lapor, upload) yang mendorong orang untuk memotret tindak asusila di ruang publik, akhirnya dikonfirmasi oleh pihak kampus.

Juru bicara UPN Veteran Surabaya, Nizwan, membenarkan bahwa CELUP itu diinisiatori oleh lima mahasiswa jurusan desain komunikasi visual. Namun, ia menyebut hal itu bukanlah gerakan moral, melainkan tugas mata kuliah saja.

"Mahasiswa diminta desain untuk ditampilkan di depan publik," katanya saat dikonfirmasi, Kamis, 28 Desember 2017.

Ia membantah, spandukitu berisi ajakan moral mengunggah foto orang bermesraan di area publik.

"Kami mohon maaf, spanduk itu bukan gerakan tertentu atau ajakan," ucapnya.

Terkait pencantuman logo di spanduk yang beredar di media sosial, dia mengaku sudah mengonfirmasi ke mahasiswa yang bersangkutan dan memastikan tidak ada kerja sama dengan instansi atau perusahaan media tersebut.

Pihak UPN, kata dia, sudah meminta agar kelompok mahasiswa itu menghapus semua unggahan gerakan CELUP di media sosial.

"Kelompok mahasiswa juga minta maaf kami tidak memiliki maksud tertentu," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, kampanye ini menjadi menjadi viral bermula saat seorang Netizen bernama Detha Prastyphylia, menyebar luaskan foto brosur dan hasil penelusurannya tentang CELUP melalui sebuah tulisan di blog pribadinya yang dicuitkannya pada akun Twitter @prastyphylia.

Hal itu kemudian menjadi bertambah viral setelah beberapa publik vigur me-retweet ulang cuitan Detha. Salah satunya ialah sutradara Joko Anwar lewat akun Twitternya.

"Sementara mahasiswa dari negara lain berinovasi di teknologi untuk kemudahan hidup umat manusia, beberapa mahasiswa Indonesia bikin campaign untuk memotret orang pacaran," ujarnya melalui akun @jokoanwar.

Dalam klarifikasi yang dimuat pada Offical Akun CELUP, lima orang mahasiswa studi desain komunikasi visual UPN Veteran Jawa Timur ini memohon maaf bila ada pihak yang tersinggung dengan tugas kuliahnya.

"Kami mengklarifikasi bahwa CELUP hanyalah sebuah contoh tugas kuliah yang tidak "real" untuk dilakukan. Tugas kami hanya mendesain sebuah media tidak lebih dari sekedar tugas," tulis mereka, Kamis, 28 Desember 2017, dini hari.

Namun, klarifikasi itu pun telah dihapus oleh pihak CELUP. Beberapa akun media sosial mereka pun sudah tak dapat ditemukan kembali. (frd)

Penulis : Farid Rahman


Bagikan artikel ini