Plt Biro Kerjasama dan Humas Kemendikbud, Ade Erlangga Masdiana saat ditemui di Kota Malang (Foto: Lalu Theo/ngopibareng.id)

Cegah Perundungan, Kemendikbud Lakukan Survei Karakter

Pendidikan 24 February 2020 09:26 WIB

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak mentolerir adanya perundungan yang terjadi dalam lingkungan satuan pendidikan. Maka dari itu pada 2021, Kemendikbud akan melakukan survei karakter untuk mencegah adanya kasus perundungan.

"Pada 2021 kami akan melakukan survei karakter, dengan itu kami bisa memetakan kondisi sekolah untuk dilakukan perbaikan," terang Plt Biro Kerja sama dan Humas Kemendikbud, Ade Erlangga Masdiana pada Minggu 23 Februari 2020.

Erlangga menyampaikan dari hasil survei karakter itu, maka Kemendikbud bisa memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan apa saja yang harus dilakukan oleh sekolah.

"Survei karakter itu standar karakternya mengacu kepada UU Sisdiknas. Semisal nilai Pancasila itu dapat diejawantahkan kepada peserta didik. Maka nanti disurvei apakah anak ini peduli kepada teman, keluarga, alam dan lingkungannya," ujarnya saat ditemui di Malang.

Sebab, menurut Erlangga kasus kekerasan yang dilakukan oleh anak perlu dideteksi penyebabnya, bukan hanya dari lingkungan sekolah, namun juga keluarga dan lingkungan bermainnya.

"Selain itu kami berharap agar para guru juga memiliki sensitivitas terhadap muridnya, tidak hanya guru BK saja. Guru harus paham betul bagaimana cara mengedukasi dan mentransfer pengetahuan serta sikap yang baik," tuturnya.

Erlangga juga mengimbau kepada guru agar intens menjalin komunikasi dengan para orangtua murid agar mampu mendeteksi perilaku-perilaku buruk peserta didik.

Untuk diketahui, kasus Perundungan di Kota Malang sendiri terjadi di SMPN 16 Malang yang menimpa siswa inisial MS, usia 13 tahun.

MS menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh tujuh orang temannnya sendiri. Akibat perundungan itu, jari tengah MS memar sampai harus diamputasi di Rumah Sakit Lavallete Kota Malang.

Selain di Malang, kasus serupa juga terjadi di SMP Muhammadiyah Butuh, Puworejo. Di mana salah seorang siswi di sekolah tersebut diduga dianiaya oleh temannya.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Jul 2020 15:24 WIB

Rapid Test Peserta UTBK Ditukar Mendadak, Ini Penjelasan Unair

Pendidikan

Unair mengaku hasil rapid test berubah setelah 30 menit.

08 Jul 2020 15:15 WIB

Pelanggan Gasku di Batam Dapat Sembako dari PT Gagas Energi

Nasional

Sembako dibagikan di Batam.

08 Jul 2020 14:55 WIB

Lawan Covid-19, Kapolda Jatim Minta Bhabinkamtibmas Maksimal

Surabaya

Angka kasus di Surabaya Raya masih tinggi

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...