CCTV, Momok PNS Surabaya Agar Tak Tidur di Masjid Saat Ramadhan

24 May 2019 16:35 Serba-serbi

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Kebaikan apa saja yang kita buat di bulan Ramadhan mendapat ganjaran yang setimpal. Bahkan, ada ungkapan 'tidur di bulan Ramadhan itu berpahala'.

Hal itu yang sering 'dimanfaatkan' oleh orang-orang untuk tak melakukan kegiatan produktif selama Ramadhan. Salah satunya para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

Tradisi 'tidur' di Masjid agar 'berpahala' para PNS sudah menjadi rahasia publik. Bertahun-tahun, Masjid di Balai Kota Surabaya itu selalu menjadi 'rumah' bagi PNS yang ingin 'dekat dengan Tuhan' dengan cara tidur.

Karena memang Masjid Pemkot terkenal kenyamanannya untuk beristirahat. Apalagi kini ada pendingin ruangan (AC).

Karena itu pula, warga Surabaya tak mau bersentuhan dengan urusan pemerintahan ketika bulan Ramadhan. Karena selalu tak terurus dengan baik. Pasti ada kata-kata muncul: "Nek posoan PNS males-malesan (Puasa PNS malas), kerjone mek sak jam rong jam (kerjanya cuma satu atau dua jam). Mosok melebu jam 8, kerjo diluk alasane poso (Masuk kerja jam 8, kerja sebentar alasan puasa). Jam 12 salat, terus turu gara-gara dianggap Ibadah. Jam 3 sore wes moleh (jam 12 salat lalu tidur karena 'ibadah', jam 3 sore sudah pulang)."

Kini 'ritual' tersebut tak lagi bisa dilakukan oleh para oknum PNS. Menurut pantauan ngopibareng.id, Jumat 24 Mei 2019 siang, Masjid Pemkot Surabaya sepi melompong.

Hanya ada segelintir orang yang berada di dalam masjid yang dingin tersebut. Orang-orang tersebut sedang membaca ayat suci Alquran.

Sepinya masjid Pemkot Surabaya
Sepinya masjid Pemkot Surabaya.

Terlihat hanya 1-2 orang tidur di dalam masjid. Saat mereka bangun dan ditanya, ternyata mereka bukan PNS ataupun pegawai Pemkot. Salah satunya Aris, pria asal Jambangan. Ia mengaku adalah pengusaha yang mau ikut proyek Pemkot Surabaya. "Habis naruh berkas mas, pulang jauh jadi ya disini sekalian nunggu Ashar," ujarnya

Ia mengaku sempat takut untuk memasukan berkas di bulan Ramadhan, karena 'adat' yang terjadi di kalangan pegawai Pemkot kala Ramadhan. Namun itu tak terjadi, berkasnya diterima dan diproses dengan baik dan cepat. "Saiki masio poso wes ngga suwi koyok biyen (sekarang sudah tidak seperti dulu) mas," kata Aris.

Apa yang dikatakan Aris memang benar, Masjid Pemkot tak lagi menjadi 'tempat tidur' bagi pegawai Pemkot Surabaya untuk membolos dari kerja saat Ramadhan. Hal itu disebabkan ketegasan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, serta adanya pemantau dari takmir masjid, Satpol PP/Linmas, dan CCTV.

"Hahaha wes sepi mas sekarang. Udah pada gak berani kayak dulu. Bu Risma marah-marah kalau gak kerja. Terus takmir juga uda 'ngusir' ya ibaratnya kalau sudah jam kerja. Ini juga ada CCTV jadi kelihatan siapa yang tidak masuk kantor," ujar Rahmat salah satu petugas Satpol PP/Linas yang bertuga di Masjid Pemkot.

Saat diamati di dalam masjid ada 2 CCTV yang terpasang di bagian luar masjid, dan 4 CCTV yang terpasang di dalam masjid. Meski begitu, Rahmat mengatakan, dirinya dan teman-teman takmir Masjid tak memarahi para PNS apabila ingin istirahat sebentar.

"Kan biasanya salat Dhuhur itu sekalian istirahat mas, salat selesai setengah 1, masuk kerja jam 1. Jadi ada 30 menit mereka mau tidur ya nggak masalah. Tapi kalau sudah jam 1 kita udah usir-usir," ujarnya.

Menurut Rahmat, aturan dan cara yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya tersebut sangat efektif dan berguna bagi kinerja PNS di Pemkot. "Ya sekarang kan meski puasa, pelayanan harus tetap baik. Masyarakat juga merasakan mas," tutup Rahmat. (alf)

Penulis : Alief Sambogo
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini