Laporan penambalan jalan di media sosial. (Foto: Humas/Jawa Tengah)

Cara Kilat Pemprov Jateng Tambal Jalan yang Dikeluhkan Warga

Nusantara 24 February 2020 13:55 WIB

Media sosial digunakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menampung semua aduan dan keluhan warga, serta menindaklanjutinya dengan cepat.

Sabtu, 22 Februari 2020, keluhan jalan berlubang yang diupload akun @IniMagelangku di Twitter, langsung direspon Ganjar. Dalam waktu empat jam saja, tim gabungan Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Jateng dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional 7 (BBPJN 7) langsung menambal lubang tersebut.

Awalnya, akun @IniMagelangku melaporkan adanya jalan berlubang di jalur Jogja-Magelang daerah Mertoyudan. Akun @IniMagelangku memposting jalan berlubang itu pada Sabtu pukul 11.20 WIB.

Secara kewenangan, kerusakan jalan itu menjadi tugas BBPJN 7. Ini lantaran kerusakan tersebut berada di Jalan Nasional Rute 14, yang terbentang mulai bundaran Kalibanteng Semarang hingga Jombor Yogyakarta.

Meski demikian, Ganjar tetap peduli dan merespon keluhan warganya. Keluhan ini  langsung ditindaklanjuti oleh petugas Jalan Cantik DPU BMCK Jateng dan BBPJN 7. 

Pukul 15.52 WIB, akun @dpubmckJateng mengunggah foto petugas yang sedang memperbaiki jalan rusak itu.

"Tidak sampai yang ini saja, tim gabungan @infobbpjn7 @bpj_magelang
lanjut mengejar dan nutup lubang yang jadi besar," cuit akun @dpubmckJateng.

Unggahan itu menarik perhatian Ganjar dan segera me-retweetnya.

"Trima kasih kawan respon cepat! Cuma 4 jam bisa nongol gambarnya. Ikhtiar memperbaiki. Trims @infobbpjn7 @dpubmckjateng," tulis Ganjar.

Postingan Ganjar tersebut mendapat respon positif dari warganet. Mereka mengapresiasi respon cepat Pemprov Jateng dalam menangani aduan masyarakat.

"Siapa dulu Gubernurnya, kalau Gubernur aja kerja cepat, masak anak buah lelet, bisa di ceramahi Gubernur," tulis akun @cintada17.

Medsos OPD

Sejak memimpin Jawa Tengah, Ganjar memang mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jateng memiliki akun medsos. Tak tanggung-tanggung, akun medsos yang dimiliki harus centang biru atau terverifikasi.

"Awalnya para OPD saya wajibkan untuk menyelesaikan 2 x 24 jam setiap aduan dari masyarakat. Lama-lama semakin cepat menjadi 1 x 24 jam, dan sekarang sudah hitungan jam," kata Ganjar setiap memberikan ceramah-ceramah tentang birokrasi casual di berbagai lokasi.

Tak hanya laporan tertulis, gubernur ini juga mewajibkan setiap aduan dari masyarakat yang ditindaklanjuti, dilaporkan dengan foto atau video. Foto dan video itu wajib diupload agar masyarakat bisa melihat.

"Kalau ada kepala OPD tidak menindaklanjuti keluhan dan aduan masyarakat dengan baik, siap-siap kursinya hilang," candanya.

Hal itulah yang membuat pelayanan masyarakat di Jateng semakin baik. Para OPD saling berlomba untuk melayani aduan masyarakat dengan mudah, murah dan cepat.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Apr 2020 00:52 WIB

Bintang Film Jaws Meninggal karena Komplikasi Corona

Film

Bintang film Jaws, Lee Fierro meninggal di usia 91 tahun.

07 Apr 2020 00:37 WIB

Drama Korea Once Again Raih Rating Tinggi

ngopiK-pop

Baru saja tayang, drama Korea Once Again mencuri perhatian penonton.

07 Apr 2020 00:22 WIB

Sepekan Sakit Covid-19, PM Inggris Dilarikan ke Rumah Sakit

Internasional

Boris Johnson menyerahkan tugasnya pada pejabat lain.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.