Capres Cawapres urut 01 Hadiri Pawai Karnaval Bersatu

07 Apr 2019 22:15 Politik

Capres-cawapres nomor urut 1, Jokowi-Ma'ruf Amin menghadiri Pawai Karnaval Bersatu di Lapangan Alun-Alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Minggu, 7 April 2019 sore. Kampanye terbuka ini sekaligus dalam rangka meningkatkan suara d Banten.

Sepanjang jalan karnaval tersebut ada sekutar 10 panggung, dengan panggung utama digunakan sebagai tempat Capres Jokowi menyampaikan pidato kebangsaan.

Peserta pawai menggunakan pakaian adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Ditambah kader dan simpatisan partai politik (parpol) koalisi ikut dalam pawai tersebut.

Kiai Maruf Amin hadir didampingi istrinya Nyai Hj. Wury Estu Handayani, yang langsung disambut dengan tarian adat daerah.

Dalam acara tersebut dihadiri Ketua TKN Jokowi-KH. Maruf Amin Erick Thohir, Ketua Harian TKN Moeldoko, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan para tokoh nasional lainnya.

Kiai Ma'ruf Amin menuturkan, pawai karnaval bersatu pada hari ini merupakan akhir dari rangkaian safari politik di Banten. Kampanye tersebut bareng bersama Capres Jokowi, dengan penutupan kampanye di Banten.

Jokowi dan KH Maruf Amin ditengah jutaan pendukung di Banten
Jokowi dan KH Ma'ruf Amin ditengah jutaan pendukung di Banten

"Pada hari ini safari politik di Tangerang akan menjadi penutupan di Banten dengan bersama Pak Jokowi," katanya.

Kiai Maruf Amin menyampaikan, rangkaian kampanye di Banten sangat memengaruhi kemenangan dirinya dan Capres Jokowi dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Target suara di Banten dengan minimal sekitar 60 persen suara, dengan giat melakukan safari politik di Banten ditambah dengan melakukan silahturahim.

"Target suara sekitar 60 persen di Banten, ditambah dengan safari politik agar suara semakin meningkat," ujarnya.

Setelah acara Karnaval Bersatu, Kiai Maruf Amin akan menghadiri Haul Raden Aria Wangsakara di Lengkong Ulama Kabupaten Tanggerang.

Pada keesokan harinya Kiai Maruf Amin akan melakukan safari politik di Jawa Barat, untuk memenangkan suara terbanyak yang sebelumnya pada pilpres 2014 kalah. (wit)

Reporter/Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini