Calon bupati sekaligus Wakil Bupati Yalimo, Erdi Dabi (kiri) menabrak Bripka Polwan Christin Batfeni (kanan) hingga meninggal. (Foto:Istimewa)
Calon bupati sekaligus Wakil Bupati Yalimo, Erdi Dabi (kiri) menabrak Bripka Polwan Christin Batfeni (kanan) hingga meninggal. (Foto:Istimewa)

Calon Bupati Mabuk Nabrak Polwan Hingga Tewas, Tetap Ikut Tahapan

Ngopibareng.id Nusantara 18 September 2020 13:24 WIB

Wakil Bupati Yalimo di Papua, Erdi Dabi, menabrak Bripka Polwan Christin Batfeni, 36 tahun, hingga tewas. Saat menabrak, Erdi Dabi menurut polisi dalam keadaan mabuk.

Kecelakaan lalu-lintas yang menewaskan Bripka Christin Batfeni itu terjadi di ruas jalan Polimak, Rabu 16 September lalu sekitar pukul 07.30 WIT saat korban hendak menuju Mapolda Papua.

Erdi Dabi, 31 tahun, saat ini sedang mengikuti Pilkada sebagai calon bupati Yalimo. Ketua KPU Yalimo Yehemia Walianggen mengatakan Erdi Dabi adalah satu dari dua kandidat calon bupati yang telah mendaftar ke KPU dan telah mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan di Jayapura.

"Nanti ketika ada keputusan pengadilan yang mengikat, barulah KPU Yalimo menindaklanjuti sesuai ketentuan yang ada. Namun karena masih tersangka, sehingga masih tetap diikutkan dalam tahapan pilkada," katanya.

Menurut Yehemia, tersangka Erdi Dabi bisa mendelegasikan perwakilan jika ada tahapan pilkada yang mengharuskan calon hadir.

Erdi Dabi yang mengemudikan mobil keluar jalur dan menabrak korban hingga meninggal akibat luka-luka yang dideritanya, saat insiden terjadi tidak dapat menunjukkan SIM dan STNK.

Saat insiden terjadi Erdi Dabi sedang terpengaruh minuman keras, termasuk rekannya yang duduk disamping, kata Kapolresta Jayapura Kota di Jayapura, Rabu.

Dijelaskan, pelaku yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) saat insiden terjadi dari arah Jayapura dan hilang kendali sehingga masuk ke jalur kanan yang saat itu korban menggunakan sepeda motor dari arah Polimak.

Akibatnya tabrakan terjadi hingga menyebabkan korban mengalami luka serius dan pihak RS Marthen Indey menyatakan meninggal dunia.

Dari dalam kendaraan pelaku diamankan barang bukti berupa botol dan kaleng minuman keras yang diduga dikonsumsi mereka. (ant/ist)


Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Oct 2020 15:00 WIB

Direktur Baru, RSMU Rencana Kembangkan Sayap di Kota Lain

RS Mata Undaan

Harapan Baru RSMU dengan kepimpinana Direktur Baru

24 Oct 2020 14:40 WIB

Keluarga Menduga Penangkapan Gus Nur Ada Muatan Politis

Jawa Timur

Keluarga tidak terkejut dengan penangkapan Gus Nur.

24 Oct 2020 14:30 WIB

Tips Cegah Penularan Covid-19 di Perkantoran

Reportase

Sejumlah titik perlu diwaspadai.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...