Cadar Dilarang di UIN Jogjakarta, Lawyer Ferdinand: Ini Jelas Melanggar

Ngopibareng.id Nasional 06 March 2018 08:08 WIB

Lawyer Ferdinand Hutahaen mengatakan, pelarangan pemakaian cadar di kampus UIN Jogjakarta, jelas sebagai pelanggaran Hak Azasi Manusia. "Siapapun tidak boleh menghalangi atau membatasi setiap manusia menunjukkan keimanannya dalam berpakaian, berdoa, bersyukur," kata Ferdinand di Jakarta, melalui akun pribadinya.

Ferdinand menilai, UIN salah dalam ini. "Sekolah dan kampus itu utk membuat orang jadi berilmu, bukan mengatur keimanannya," tegasnya.

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN) Yogyakarta melarang mahasiswi menggunakan cadar di lingkungan kampus. Hal ini disampaikan Rektor UIN Yudian Wahyudi.

Yudian bahkan mengancam akan mengeluarkan mahasiswi yang nekat menggunakan cadar jika sudah tujuh kali diperingatkan dan dibina.

“Ada 41 mahasiswi yang kami data, mereka menggunakan cadar dari berbagai fakuktas di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta," katanya.

Surat resmi pendataan mahasiswi yang bercadar adalah nomor B-1031/Un.02/R/AK.00.3/02/2018. Proses pendataan dilakukan hingga 28 Februari 2018 dan telah mendapatkan 41 mahasiswi yang bercadar," kata dia. (dmr)

Penulis : Damarhuda

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Mar 2018 22:27 WIB

Fahri: Cadar Dilarang, Kaum Liberal Lagi Belajar Tiran

Nasional

Fahri Hamzah menanggapi pelarangan mahasiswi pakai cadar di kampus UIN Jogjakarta. Menurut Fahri, "Kaum liberal lagi belajar jadi tiran. Cadar aja dia gak paham apalagi Islam...dulu dia bilang jilbab

06 Mar 2018 19:28 WIB

Wasekjen MUI : Kampus Keluarkan Mahasiswi Bercadar Itu Kezaliman

Nasional

Teguran keras terhadap UIN Jogjakarta yang hendak mengeluarkan mahasiswinya yang bercadar, datang dari Wasekjen MUI KH Tengku Zurkarnaen. Ustadz Tengku mengatakan, "Universitas Islam Negeri yang akan

06 Mar 2018 06:40 WIB

Islamophobia Makin Mengerikan

Nasional

Kebencian terhadap Islam (Islamophobia) lagi trend di jaman now. Tak cuma d Indonesia. Tapi juga dunia. Islamophobia terus mengalami peningkatan. Di Indonesia, ulama dianiaya, umat yang kritis dihada

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...